Psikolog: Yakinkan Anak Pandemi Covid-19 Pasti Berlalu

Djibril Muhammad ยท Kamis, 29 Oktober 2020 - 20:45 WIB
Psikolog: Yakinkan Anak Pandemi Covid-19 Pasti Berlalu

Psikolog anak dan keluarga Sani Budiantini Hermawan dalam talkshow "Covid dalam Dongeng: Edukasi Pandemi Usia Dini" di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Sabtu (24/10/2020).(Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id - Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat semua orang kebingungan, tak terkecuali anak-anak usia dini. Orangtua berperan penting dalam mengajarkan anak beradaptasi dengan lingkungannya selama wabah yang sudah berlangsung selama tujuh bulan ini.

Psikolog Anak dan Keluarga Sani Budiantini Hermawan mengatakan, banyak anak stress dalam menghadapi situasi ini. Mengapa demikian? Sebab, normalnya dunia anak-anak yaitu bermain bersama teman-teman sebaya.

Sementara dalam situasi pandemi Covid-19, pemerintah meminta seluruh masyarakat, termasuk anak-anak, untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Situasi ini tentu bertolak belakang dengan tahapan perkembangan anak-anak.

"Semangati anak-anak dengan tetap menjaga komunikasi dengan temannya melalui virtual, dengan bertukar foto, atau tegur sapa," ujar Sani Budiantini Hermawan dalam talkshow berjudul "Covid dalam Dongeng: Edukasi Pandemi Usia Dini" di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Sabtu (24/10/2020).

Sani menambahkan, agar tahapan pengembangan anak tetap berjalan di dalam rumah, orangtua perlu menjelaskan situasi wabah coronavirus sesuai dengan bahasa anak.

Penjelasan situasi Pandemi Covid-19 ini menggunakan bahasa anak, yakni mudah dicerna dan tidak menimbulkan ketakutan. Orangtua juga mesti lebih kreatif dalam menjelaskan situasi ini dengan lebih bersahabat serta intonasi menyenangkan.

Dia pun menyadari butuh ketenangan bagi orangtua untuk menyiasati situasi ini. "Dan yakinkan pada anak bahwa situasi pandemi Covid-19 akan berakhir," ucapnya.

Sani menyebut jumlah pasiennya selama tujuh bulan menjalani masa pandemi ini meningkat. Sebagian besar orangtua mengalami stress.

Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua