Rupiah Rentan Melemah terhadap Dolar, Destry Beberkan Biang Keroknya
Berdasarkan data BI, defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 12,5 miliar dolar AS atau setara 3,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu meningkat tajam dibandingkan kuartal I-2026 yang mencatat defisit 3,6 miliar dolar AS atau 1 persen dari PDB.
Pelebaran defisit tersebut antara lain dipengaruhi meningkatnya defisit perdagangan migas akibat kenaikan harga minyak dunia. Selain itu, surplus perdagangan nonmigas juga menyempit seiring meningkatnya impor untuk memenuhi kebutuhan aktivitas ekonomi domestik.
Di tengah tekanan tersebut, rupiah kembali melemah pada perdagangan Senin (28/9/2026). Berdasarkan data JISDOR Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp17.965 per dolar AS.
Kondisi itu menunjukkan tekanan terhadap rupiah tidak hanya berkaitan dengan sentimen pasar global, tetapi juga dipengaruhi kondisi eksternal Indonesia, termasuk keseimbangan transaksi berjalan dan kebutuhan valuta asing.
Editor: Aditya Pratama