Salim Segaf Sindir Anis Matta-Fahri Hamzah: Kalau Tak Cocok Jangan Keluar dan Buat Partai Baru

Aditya Pratama ยท Kamis, 14 November 2019 - 19:57 WIB
Salim Segaf Sindir Anis Matta-Fahri Hamzah: Kalau Tak Cocok Jangan Keluar dan Buat Partai Baru

Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al-Jufri angkat bicara terhadap kadernya yang keluar dan membentuk partai baru. Mereka adalah Anis Matta, Fahri Hamzah dan Mahfudz Siddiq, yang membentuk Partai Gelombang Rakyat (Gelora).

Salim mengungkapkan, mereka yang keluar dari partai mengaku tidak ada kecocolan lagi. Padahal, menurut dia, memilih jalan keluar dari partai bukan solusi, apalagi sampai membentuk partai baru.

"Kalau ketidakcocokan terjadi di antara kita, antara ikhwan dan akhwat, penyelesaiannya bukan terus keluar buat partai baru. Bukan. Jadi, krisis hati ya penyelesaiannya kembali kepada hati. Perlu di situ kesabaran, hal-hal yang berkaitan dengan hati," tuturnya.

BACA JUGA:

Anis Matta Bakal Jadi Ketum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah Waketum

Pindah ke Partai Gelora, Deddy Mizwar Serahkan Surat Pengunduran Diri ke SBY

Fahri Hamzah Bakal Dirikan Partai Gelora, PKS Mengaku Tak Terlalu Penting

Salim menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) PKS di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019). DIa mengatakan, bila hati tidak tenang, gelisah, maka harus dicarikan solusi terbaiknya.

Jika ada permasalahan hati dan krisis hati, Salim menilai, penyelesaiannya bukan dengan hal-hal yang terkaitan duniawi. "Kalau masalahnya masalah hati penyelesaiannya juga dengan asupan ruh," katanya.

Salim kemudian menyinggung soal soliditas internal dalam partai politik. Menurut dia, dalam setiap partai belum tentu memiliki soliditas yang sama.

"Soliditas partai tidak semua partai punya. Sebagian mereka pragmatis semua. Pertahankan soliditas ini di dunia sampai di akhirat," ujarnya.


Editor : Djibril Muhammad