Sidang Perkara PAW Anggota DPR PDIP, Jaksa Cecar Pertemuan di Hotel Grand Hyatt

Antara ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 01:25 WIB
Sidang Perkara PAW Anggota DPR PDIP, Jaksa Cecar Pertemuan di Hotel Grand Hyatt

Ilustrasi, Pengadilan Tipikor, Jakarta. (Foto: Sindo Media).

JAKARTA, iNews.id - Pengadilan Tipikor menggelar sidang lanjutan perkara suap terkait pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kamis (2/7/2020). Sidang menghadirkan tim hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Donny Tri Istiqomah sebagai saksi untuk mantan anggota KPU Wahyu Setiawan dan kader PDIP Agustiani Tio Fridelina.

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Donny terkait pertemuan Hotel Grand Hyatt. Dalam pertemuan tersebut disebutkan dihadiri oleh mantan Caleg PDIP Harun Masiku.

"Ini di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saudara No 35 mengatakan pada 6 Desember 2019 Saeful menanyakan ke saudara untuk bertemu di Hyatt dengan Harun dan funder. Saeful bertanya, bagaimana sudah jadi belum suratnya, Wahyu minta DP 300, kita minta 500 dulu ke Harun, apa masudnya?" tanya JPU KPK Ronald Worotikan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Donny menyampaikan, tiba di Hotel Grand Hyatt pukul 17.00 WIB. Menurutya, di lokasi ada kader PDIP Saeful Bahri bersama 3 orang lainnya.

"Saya datang ke sana sudah ada 4 orang, sama saya 5 orang yaitu Pak Saeful dan 3 temannya dan saya tidak melihat Pak Harun Masiku. Saya presentasi mengenai proses penggantian anggota parlemen, tapi tidak jadi ketemu Pak Harun," ucapnya.

Jaksa Ronald kemudian meminta kepada Donny untuk kembali menyampaikan siapa lagi yang hadir dalam pertemuan tersebut. "Coba ingat-ingat lagi karena Saeful dalam perisdangan pengatakan ada pertemuan antara Pak Saeful, saudara dan Pak Harun," tanya Ronald.

Donny kembali mengatakan, hanya melihat Saeful bersama 3 orang lainnya. Usai presentasi 30 menit dia lanjut meninggalkan lokasi pertemuan dan kembali ke Kantor PDIP.

"Saya tidak tanya lagi di mana Pak Harun karena saya ke Hyatt cuma disuruh menerangkan dan antarsurat," kata Donny.

Dalam dakwaan disebutkan berdasarkan keputusan rapat pleno DPP PDIP, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meminta Donny Tri Istiqomah selaku penasihat hukum PDIP untuk mengajukan surat permohonan ke KPU agar Harun Masiku yang hanya mendapat suara 5.878 sebagai caleg pengganti terpilih yang menerima pelimpahan suara dari Nazaruddin Kiemas yang telah meninggal dunia.

Padahal KPU sudah menetapkan caleg PDIP, yaitu Riezky Aprilia sebagai anggota DPR terpilih. Harun Masiku lalu meminta kader PDIP Saeful Bahri untuk membantunya agar dapat menjadi anggota DPR menggatikan Riezky dengan capa apapun yang kemudian disanggupi Saeful.

Editor : Kurnia Illahi