Sidang Suap Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Takbir di Depan Hakim

Ariedwi Satrio ยท Senin, 09 November 2020 - 14:27:00 WIB
Sidang Suap Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Takbir di Depan Hakim
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte dalam persidangan di PN Jakarta Pusat, Senin (9/11/2020). (Foto: Okezone/Ariedwi Satrio).

JAKARTA, iNews.id - Sidang perkara dugaan suap Djoko Tjandra dengan terdakwa mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte kembali digelar. Dalam persidangan, Napoleon meneriakkan takbir.

“Allahu akbar,” kata Napoleon dalam sidang dengan agenda pembacaan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/11/2020).

Dalam eksepsinya Napoleon mengaku keberatan atas dakwaan tim jaksa penuntut umum yang menyatakan dirinya telah menerima uang dugaan suap sebesar 200.000 dolar Singapura dan 270.000 dolar AS atau senilai Rp6 miliar dari Djoko Soegiarto Tjandra.

JPU menyatakan uang Rp6 miliar itu sebagai upaya untuk menghapus nama Djoko Tjandra dari Daftar pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan di Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen imigrasi). Napoleon merasa terzalimi dengan dakwaan tersebut.

"Kesempatan hari ini sudah lama saya tunggu-tunggu Yang Mulia. Dari Juli sampai hari ini, saya merasa dizalimi melalui pers, oleh pemberitaan, statement pejabat negara yang salah tentang tuduhan menghapus red notice," kata Napoleon.

Alumnus Akpol 1988 ini menegaskan, saat dirinya menjabat kadiv hubinter Polri, dia paling tahu mekanisme kerja Interpol. Karena itu, dirinya pun siap membuktikan dakwaan JPU terkait aliran uang Rp6 miliar yang disebut-sebut untuk menghapus daftar red notice tersebut tidak benar.

Napoleon pun menuding ada pihak-pihak yang berencana menzalimi dirinya sebagai pejabat negara.

Takbir

Merespons pernyataan tersebut, Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis mengingatkan kepada Napoleon untuk tidak melayani pihak-pihak mana pun yang menjanjikan untuk memuluskan perkaranya. Apalagi, jika ada yang berjanji akan membebaskan Napoleon.

"Mohon itu tidak terjadi. Apalagi kalau ada yang menjanjikan akan membebaskan Saudara dan sebagainya," kata Damis.

Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2