Soal Kebakaran Hutan, Ini Hukuman untuk Pelaku Menurut Ustaz Abdul Somad

Sindonews ยท Minggu, 22 September 2019 - 21:36 WIB
Soal Kebakaran Hutan, Ini Hukuman untuk Pelaku Menurut Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad (UAS). (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Ustaz Abdul Somad (UAS) ikut mengomentari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak terjadi belakangan ini di beberapa daerah. Menurut dia, hukum yang bisa diterapkan kepada para pembakar hutan dan lahan adalah digantung di Monas dan ditembak.

UAS menilai, pembakaran hutan merupakan kejahatan luar biasa. Alasannya, sebanyak 6,7 juta jiwa terpaksa menghirup udara kotor akibat ulah pembakar hutan.

"Pembakar-pembakar ini mesti digantung di Monas, ditembak," katanya saat berceramah di Masjid Nur Ilahi, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, 17 September 2019 dalam video di channel Youtube FSRMM Riau.

BACA JUGA:

Ketua DPR Dorong KLHK Bentuk Gugus Tugas Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Pemerintah Siapkan 17 Safe House Korban Asap Karhutla Didukung Layanan Dokter

Kabut Asap Kembali Selimuti Palangkaraya meski Sudah Diguyur Hujan

UAS sadar pernyataannya itu bakal dicap radikal. Dia malah membandingkan kejahatan yang dilakukan pengedar sabu-sabu dengan pembakar hutan.

"Setujukah ibu-ibu, pengedar sabu-sabu ditembak," tanya UAS kepada jemaah.

"Setuju," jawab jemaah kompak.

"Mana yang lebih berbahaya, pengedar sabu-sabu atau pembakar hutan," tanya UAS lagi.

"Pembakar hutan," katanya.

"Nah itu jawabannya," jawab UAS lagi.

Menurut dia, korban pengedar sabu-sabu hanya pembeli barang haram itu. "Tapi kalau pembakaran hutan, bayi-bayi kena ISPA, orang utan pun jadi korban," ujar UAS.

UAS yakin pembakar hutan bukan orang per orang tapi sudah kelompok. "Ini kejahatan luar biasa," katanya.

Dia menuturkan, mengatasi kebakaran hutan bukan dengan salat istisqa, tapi lebih tepat dengan penegakan hukum yang tegas. Dia juga yakin kebakaran tidak terjadi begitu saja, tapi ada pihak yang membakar.

"Saya seumur-umur hidup tidak pernah salat istisqa, sekalipun tidak pernah. Berbuih mulut orang-orang minta saya salat istisqa. Saya tahu ini bukan kebakaran hutan, tapi dibakar," tutur UAS.


Editor : Djibril Muhammad