Stok Beras RI Tembus 4,56 Juta Ton, Pemerintah Siap Hadapi El Nino Godzilla
Besarnya cadangan beras juga menjadi bekal pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan menjelang akhir tahun. Langkah ini dinilai penting mengingat potensi penurunan curah hujan akibat El Nino dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang dapat memengaruhi kondisi cuaca dan produksi pertanian.
Amran menegaskan, pemerintah berupaya menjaga kepentingan petani sebagai produsen sekaligus masyarakat sebagai konsumen. Dengan demikian, peningkatan produksi diharapkan berjalan seiring dengan kestabilan harga pangan.
"Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo, ini harus kita amankan dan stabilisasi. Strateginya dengan menjaga petani dan peternak kita. Produksi pangan kencang dan harga sama-sama baik sampai di konsumen," kata Menteri Amran.
Di sisi penyaluran, Bapanas mencatat realisasi distribusi CBP melalui Perum Bulog mencapai 2,84 juta ton sejak Januari hingga 20 Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat 217 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 894 ribu ton.
Penyaluran CBP tersebut mencakup sejumlah program pemerintah, antara lain Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan beras, bantuan untuk bencana dan keadaan darurat, serta penyaluran bagi golongan anggaran.
Pemerintah memperkirakan total penyaluran CBP sepanjang 2026 dapat mendekati 4 juta ton. Proyeksi tersebut memperhitungkan sisa alokasi program SPHP sebesar 115,6 ribu ton dan bantuan pangan beras sebanyak 997 ribu ton.
Jika target itu tercapai, penyaluran CBP pada 2026 akan menjadi yang tertinggi sepanjang catatan yang disebutkan dalam data tersebut. Jumlahnya melampaui realisasi sepanjang 2024 yang mencapai 3,37 juta ton.
Editor: Donald Karouw