Usung Semangat Inklusif, Kemenag Libatkan Guru Lintas Agama pada HGN 2026
JAKARTA, iNews.id – Kementerian Agama (Kemenag) menghadirkan nuansa berbeda dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026.
Perayaan tahun ini dirancang secara inklusif dengan melibatkan guru dari berbagai latar belakang agama, baik dari madrasah, sekolah umum, maupun satuan pendidikan di bawah binaan direktorat jenderal bimbingan masyarakat keagamaan.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Prof Dr H Amien Suyitno mengatakan, HGN merupakan momentum apresiasi bagi seluruh pendidik di Indonesia tanpa membeda-bedakan latar belakang agama, keyakinan, maupun status satuan pendidikan.
"Peringatan Hari Guru Nasional di lingkungan Kementerian Agama adalah momentum untuk memberikan penghargaan kepada seluruh pendidik, tanpa membedakan latar belakang agama maupun satuan pendidikan tempat mereka mengajar. Ini menandakan Hari Guru di Kementerian adalah hari guru yang sangat-sangat inklusif," ujar Amien Suyitno dalam kegiatan media gathering persiapan HGN 2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Peringatan HGN 2026 kali ini merangkul sekitar 800.000 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), lebih dari 300.000 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, serta ratusan ribu guru agama Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha baik dari institusi negeri maupun swasta.
Mengusung tema utama "Guru Menginspirasi Anak Negeri Berprestasi", Kemenag telah merancang beragam rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang November 2026.
Salah satu agenda meriah yang dinantikan adalah kegiatan "Sehat dan Ceria Bersama Guru" yang akan dihelat pada 21 November 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kebersamaan lintas pendidik melalui ajang seni, budaya, serta kompetisi olahraga seperti bulu tangkis, tenis meja, dan catur.
Rangkaian acara berlanjut dengan upacara resmi peringatan HGN pada 25 November 2026 yang diselenggarakan serentak di seluruh satuan kerja Kemenag.
Dua hari berselang, tepatnya pada 27 November 2026, Kemenag bakal menggelar Sarasehan Guru Nasional bertajuk "Transformasi Pendidikan STEM dan Coding AI untuk Indonesia Emas". Acara yang digelar secara hibrida ini menargetkan partisipasi hingga satu juta guru.
Kemenag turut menggandeng sejumlah mitra strategis, termasuk perguruan tinggi di Australia, Google Indonesia, pakar STEM, hingga praktisi kecerdasan buatan (artificial intelligence) guna memperkuat literasi digital tenaga pendidik menghadapi tantangan zaman.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Kemenag menyiapkan penganugerahan penghargaan kepada para guru berprestasi berdasarkan kategori inovasi, dedikasi, serta pengabdian luar biasa.
Apresiasi khusus disematkan kepada para guru yang gigih menjalankan tugas mulia di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), serta wilayah yang tengah diuji oleh bencana alam.
Melalui ragam kegiatan tersebut, Kemenag berharap HGN 2026 tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan wadah memperkuat solidaritas kebangsaan serta mendongkrak kapasitas profesionalisme guru demi kemajuan kualitas pendidikan nasional.
Editor: Kastolani Marzuki