Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pernyataan Macron Tak Bisa Dibenarkan

Okezone, Fahreza Rizky ยท Jumat, 06 November 2020 - 20:24:00 WIB
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pernyataan Macron Tak Bisa Dibenarkan
Wakil Presiden, Ma`ruf Amin menyebut pernyataan Presiden Prancis, Macron yang mengaitkan Islam dengan terorisme tidak dapat dibenarkan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang mengaitkan Islam dengan terorisme tak bisa dibenarkan. Ma'ruf Amin menegaskan terorisme tak ada kaitannya dengan agama.

Melalui keterangan tertulis, Ma'ruf menjelaskan tak ada satu pun agama yang menoleransi tindakan teror. Dia menilai pernyataan Macron pantas menuai kecaman.

“Pernyataan [Macron] tidak bisa dibenarkan, sebab tidak ada satu agama pun yang menoleransi terorisme. Karena itu, agama adalah agama, terorisme adalah terorisme. Hal yang itu bisa menimbulkan kemarahan dari banyak pihak,” ujar Ma'ruf Amin di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Menurut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif itu, kebebasan berekspresi merupakan hak seluruh warga negara dunia dan merupakan bagian dari demokrasi. Namun, kebebasan berekspresi khususnya dalam hubungan antaragama hendaknya tidak mencederai kehormatan dan kesucian nilai-nilai dan simbol agama.

Menurutnya mencederai nilai dan simbol agama sama saja mengganggu hak asasi manusia secara global. Untuk itu, kebebasan berekspresi harus dibangun dalam semangat menjaga persaudaraan dunia.

“Seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, berekspresi itu tidak boleh mencederai kehormatan dan kesucian nilai-nilai dan simbol agama. Karena itu sekali lagi, hal seperti itu tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan. Kita berharap bahwa kebebasan ini perlu dibingkai dalam spirit dan menjaga persaudaraan dunia,” ucapnya.

Sebagai negara dengan penduduk muslim di dunia, Indonesia pun mengecam tindakan Macron melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo. Dia menceritakan sikap resmi Presiden disampaikan setelah ada diskusi dengan dirinya dan sejumlah menteri lainnya serta beberapa ormas Islam.

“Pernyataan itu dibuat setelah Presiden yang didampingi saya Wakil Presiden, juga ada Menko Polhukam (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan), ada juga Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara), dan bersama dengan majelis-majelis agama serta ormas (organisasi masyarakat) Islam. Jadi ada enam majelis agama, tambah dua organisasi Islam besar, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, jadi delapan,” tuturnya.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2