Cara Setting Suspensi Preload pada Sepeda Motor, Setel Sesuai Penggunaan
3. Atur suspensi
Atur suspensi sesuai dengan kebutuhan atau aktivitas sehari-hari apakah digunakan berkendara sendiri atau boncengan. Sebab posis single rider dan bergoncengan memiliki setinggan preload berbeda.
4. Atur preload dengan patokan kabel ties sudah sesuai
Apabila keseharan Anda menggunakan motor sendiri tanpa berboncengan ayunkan suspensi dan perhatikan posisi kabel ties. Jika posisi kabel ties berada di paling bawah dekat dengan stopper berarti itu terlalu empuk. Atur kembali menggunakan kunci L serta obeng plus dan minus hingga posisi kabel ties berada di atas stopper saat diayunkan kembali.
5. Atur compression
Jika preload sudah di-setting jangan lupa atur compression-nya. Jika tidak diatur, cornering handlng motor akan sangat kacau karena terlalu empuk dan tidak stabil. Maka itu atur comression dengan memutar knop ke arah jarum jam secara bertahap. Fungsi compression berguna untuk menahan pergerakan ayunan agar turun dan naiknya suspensi motor dapat dibatasi.
6 Tes jalan
Setelah kedua hal tersebut dilakukan maka selanjutnya lakukan tes jalan. Apabila kabel teis menyentuh karet stopper atur ulang sampai tidak menyentuh.
7. Atur rebound
Jika kabel ties tidak menyentuh karet stopper berikutnya atur rebound. Fungsi dari pengaturan ini untuk menahan gerakan pada saat suspensi ingin kembali ke posisi awal.
Cara mengaturnya yakni dengan melakukan mengetesan di jalanan speedbump atau polisi tidur. Jika terasa ada ayunan berlebih dapat diartikan rebound kurang kuat. Lalu cara mengaturnya dengan memutar ke arah lebih keras.
Dalam pengaturan shockbreaker aftermarket memang sepatutnya memerlukan insting dan rasa yang kuat. Jika kedua rasa tesebut ada dalam diri, Anda dapat mudah mengaturnya dengan cepat.
Editor: Dani M Dahwilani