Jangan Coba-Coba Langgar Lalu Lintas di Daerah Ini, Mobil Disita Polisi dan Dijual

Dani M Dahwilani ยท Minggu, 06 September 2020 - 20:47 WIB
Jangan Coba-Coba Langgar Lalu Lintas di Daerah Ini, Mobil Disita Polisi dan Dijual

Undang-undang di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat (AS) mengizinkan polisi menyita dan menjual mobil pelanggar lalu lintas. (Foto: Carscoops)

MINNESOTA, iNews.id - Sebuah undang-undang di negara bagian Minnesota, Amerika Serikat (AS) mengizinkan polisi menyita dan menjual mobil pelanggar lalu lintas. Jika pemilik ingin mengambil kembali kendaraannya, harus membeli kembali ke polisi.

Dilansir dari Carscoops, Minggu (8/9/2020), dalam kasus pada akhir tahun lalu, polisi menyita dan menjual Chevrolet Camaro 2013 milik Emma Dietrich (22) setelah berhenti dalam keadaan mabuk, meskipun tidak sedang mengemudi atau dituduh terkait kejahatan.

Dietrich pun harus membayar dengan membeli kembali mobilnya. “Saya benar-benar benci harus membeli kembali (mobil). Secara mental, finansial, emosional, saya tidak dapat menangani kasus ini,” ujar Dietrich.

Dia menuturkan dirinya memilih tidak berada di belakang kemudi setelah minum dengan rekan kerjanya usai menyelesaikan shift. Seorang rekan kerja menawarkan mengantarnya pulang tetapi tanpa sepengetahuan memiliki masalah sebelumnya.

Mobil itu memiliki kecepatan 118 mph (189 km/jam) dengan Dietrich di kursi penumpang. Pengemudi Syrgeo Perez (30) menolak menujukkan napas ditangkap karena dicurigai dalam kondisi mabuk.

Di bawah undang-undang penyitaan Minnesota, polisi di seluruh negara bagian telah menyita hampir 14.000 unit kendaraan hingga menghasilkan pendapatan 10 juta dolar AS untuk departemen ini dalam tiga tahun.

Pada 2019, pengacara Chuck Ramsay mewakili seorang klien perempuan di pengadilan Minnesota setelah polisi menyita kendaraan putri pemiliknya ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk. Pengadilan memerintahkan polisi Shakopee untuk mengembalikan mobil tersebut.

"Yang paling kritis, (undang-undang) tidak memberikan penilaian apa pun - apalagi penilaian yang dapat diandalkan - Negara memiliki kewenangan hukum secara permanen mengambil kendaraan dari pemilik yang konon tidak bersalah," tulis pengadilan dalam keputusannya.

Data seluruh negara bagian mengungkapkan hakim telah memerintahkan penegak hukum mengembalikan kendaraan kepada pemiliknya lebih dari 600 kali dalam tiga tahun. Sementara beberapa anggota parlemen telah menyatakan minatnya untuk mengubah undang-undang tersebut, namun upaya mereka gagal terwujud.

“Saat Anda mengambil kendaraan dari pemilik yang tidak bersalah. Anda tidak membuat siapa pun lebih aman. Anda hanya menghabiskan kantong. Ini bukan cara tepat mendanai penegakan hukum ... Bahkan penegak hukum pun tahu itu," kata Perwakilan Negara Bagian John Lesch.

Editor : Dani Dahwilani