Motor Matik Bunyi Berdecit dan Bergetar? Ini Penyebabnya
Cara Mencegah CVT Bermasalah
Untuk menjaga CVT tetap bekerja optimal, pemilik motor matik disarankan melakukan pemeriksaan dan pembersihan secara rutin. Area CVT dapat dibongkar dan dibersihkan dari debu maupun kotoran setiap sekitar 2.000-5.000 kilometer, atau disesuaikan dengan kondisi dan intensitas penggunaan kendaraan.
Selain pembersihan, komponen yang sudah mengalami keausan atau kerusakan juga perlu segera diganti. Kampas ganda dan V-Belt yang sudah aus, getas, atau rusak dapat memengaruhi kinerja CVT secara keseluruhan.
Perawatan berkala juga penting dilakukan agar kerusakan pada komponen CVT bisa diketahui lebih awal. Dengan begitu, pemilik kendaraan dapat menghindari kerusakan yang lebih serius sekaligus menjaga kenyamanan saat berkendara.
Head of TSD PT WMS, Benedictus F Maharanto mengatakan, masih banyak konsumen yang baru membawa motor ke bengkel setelah muncul bunyi gredek.
“Banyak konsumen baru datang ke bengkel setelah muncul bunyi gredek. Padahal apabila pemeriksaan dilakukan secara berkala, kondisi komponen CVT dapat diketahui lebih awal. Perawatan rutin tidak hanya menjaga performa motor, tetapi juga membuat biaya perawatan menjadi lebih ekonomis karena kerusakan dapat dicegah sejak dini,” katanya.
Karena itu, bunyi gredek, berdecit, atau getaran pada motor matik sebaiknya tidak dianggap sebagai gangguan ringan. Pemeriksaan CVT secara berkala di bengkel resmi dapat membantu memastikan kondisi kampas ganda, mangkok kopling, V-Belt, dan komponen lainnya tetap dalam kondisi baik.
Dengan perawatan CVT yang tepat, performa motor matik dapat tetap optimal, usia pakai komponen lebih panjang, dan risiko kerusakan yang lebih besar bisa diminimalkan.
Editor: Dani M Dahwilani