Pengusaha Bus, Sopir dan Kernet di Bali Suarakan Tuntutan dengan Cara Tak Biasa
“Selama tiga bulan tidak beroperasi, kami masih tetap ditagih oleh lembaga pembiayaan,” katanya.
Wabah pandemi Covid-19 menyebabkan tak ada lagi kunjungan wisatawan. Akibatnya, ribuan sopir-sopir bus termasuk kernet dan staf administrasi terpaksa dirumahkan.
Salah satu sopir bus pariwisata,Made Eriawan mengatakan, sejak ada wabah corona yang mengakibatkan tidak ada wisatawan, maka para sopir berhenti total. Dia mengaku sejak akhir Februari sudah tidak mengantarkan para wisatawan.
“Selama dirumahkan, kami cari kerjaan sambilan misal berjualan atau ngojek,” katanya.
Melalui aksi panaskan mesin bus bersama-sama, para pengusaha maupun sopir bus dan kernet juga menyuarakan optimisme untuk terus produktif. Mereka yakin industri pariwisata di Bali akan segera bangkit.
Editor: Umaya Khusniah