Ekshumasi Sutrimo Orang Dekat Eks Jampidsus, Tim Forensik Libatkan Ahli DNA hingga Psikologi
Brigjen Hastry mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan menggabungkan hasil pemeriksaan langsung terhadap jenazah dan analisis laboratorium.
"Sehingga kita bekerja dengan menyeluruh, komprehensif, dan hasilnya juga berdasarkan dari hasil pemeriksaan lab-lab nanti yang kita dapatkan. Mohon doanya rekan-rekan dan seluruh masyarakat sehingga kita bisa membuat jelas apakah cara dan sebab kematiannya natural atau unnatural kematian," ujarnya.
Tim forensik nantinya akan menentukan apakah kematian Sutrimo termasuk kematian wajar atau terdapat faktor lain yang perlu ditelusuri. Namun, kesimpulan belum dapat diberikan sebelum seluruh tahapan pemeriksaan selesai dan hasil analisis laboratorium keluar.
Dia meminta masyarakat memberikan waktu kepada tim untuk bekerja secara maksimal.
"Sehingga kami juga mohon waktu ya untuk bekerja hari ini dengan maksimal," katanya.
Sutrimo sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Kasus kematiannya kini ditangani Polda Metro Jaya setelah adanya laporan dari masyarakat dan pihak keluarga.
Tim forensik ekshumasi jenazah Sutrimo (42) untuk mengungkap penyebab kematian mantan Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Pemeriksaan melibatkan ahli DNA hingga histopatologi.
Editor: Donald Karouw