Cucu Meninggal Sesak Napas Imbas Karhutla, Sang Kakek Minta Warga Samarinda Tak Bakar Lahan
“Cucu saya kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, bahkan sempat masuk ICU. Namun, keesokan harinya, cucu saya meninggal dunia,” ujarnya.
Meski mengkhawatirkan keberadaan kabut asap di sekitar rumah, keluarga belum memperoleh kepastian medis mengenai penyebab kematian sang bayi. Belum dapat dipastikan pula apakah gangguan pernapasan yang dialaminya berkaitan langsung dengan paparan asap karhutla.
Di tengah duka kehilangan cucunya, Sarno menyampaikan pesan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap dampak pembakaran lahan. Dia berharap tidak ada keluarga lain yang mengalami kehilangan serupa.
“Janganlah bakar lahan lagi. Saya harapkan kita semua bisa saling menjaga,” ucapnya.
Menurut Sarno, keberadaan kabut asap menjadi kekhawatiran tersendiri bagi keluarga yang tinggal bersama bayi dan anak-anak. Kondisi tersebut membuatnya berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam menjaga lingkungan.