Tangis Keluarga Pecah, Jenazah PMI Korban Pembunuhan di Armenia Dipulangkan ke Makassar
"Karena ini kasus dugaan pembunuhan jadi proses pemulangan agak sulit di sana karena beda negara," ujarnya, Senin (21/9/2026).
Arnold mengatakan keluarga berharap penyelidikan terhadap kasus kematian Valenth dapat dilakukan hingga tuntas. Informasi yang diterima keluarga dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menyebut kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
"Dari KBRI, informasinya kasusnya masih dalam penyelidikan," katanya.
Menurut keluarga, Valenth baru beberapa bulan bekerja di Armenia sebagai konsultan teknologi informasi (IT consultant). Sebelumnya, dia juga sempat bekerja di Filipina selama hampir dua tahun.
"Almarhum baru 2 bulan kerja di Armenia sebagai IT consultant," ucapnya.
Keluarga berharap pihak yang bertanggung jawab atas kematian Valenth dapat segera terungkap dan diproses sesuai hukum. Mereka juga meminta barang-barang pribadi milik korban yang masih berada di Armenia dapat dikembalikan kepada keluarga.
Barang-barang tersebut diharapkan dapat menjadi kenang-kenangan terakhir bagi keluarga setelah Valenth dipulangkan ke Makassar.
Setelah disemayamkan, keluarga akan menggelar ibadah penghiburan sebelum jenazah dimakamkan di TPU Kristen Pannara, Makassar.
"Besok akan ada ibadah penghiburan lalu penguburan," katanya.
Editor: Donald Karouw