WAWANCARA: Pramudya Bicara soal Kesehatan Mental hingga Kuliah di Australia
Nah di Indonesia itu enggak ada dan di kampus sebelumnya cuma ada jurusan manajemen jasa, yang mana saya tidak suka. Terus juga cuma diploma. Kalau misalkan nyari ijazah pun saya bisa, tapi kan yang di underline di sini kan emang saya mau dapat knowledge-nya kan sama koneksinya. Jadi bukan cuman yang asal-asal belajar gitu loh kayak buat apa buang-buang waktu.
Kuliah di Australia saat ini untuk mengejar bachelor/sarjana 1 ya?
Iya, masih bachelor, kemungkinan juga mau double degree karena kan sport science dan sport psychology
Kalau boleh tahu, nanti di Australia kuliah di mana? Apakah beasiswa?
Sebenernya belum, karena baru pendaftarannya Februari nanti ya. Masih harus memutuskan juga mau University of Sydney atau New South Wales University atau Macquarie University. Yang pasti, dari tiga itu sih, karena kalau di Australia kan enggak bisa dapet yang kayak 100% beasiswa seperti di Amerika.
Itu juga nyambung lagi sama permanent resident, kalau sudah denger tentang kabar itu. Permanent resident itu bisa mempermudah saya kuliah di sini (Australia), jadi lebih murah, dan itu tuh lewatnya bulu tangkis.
Emang harus gitu dan prosedurnya seperti itu. Karena saya kan pendidikan terakhir SD (sekolah formal, SMP dan SMA kayak home schooling), karena setelah itu fokus di bulu tangkis. Jadi, ya emang satu-satunya pathway untuk ke luar negeri emang ya dari bulu tangkis, enggak bisa dari education gitu.