Jadi Mualaf, Ini Alasan Wilhelm Ott Enggan Hapus Tato di Tubuh

Reynaldi Hermawan ยท Minggu, 31 Mei 2020 - 23:45:00 WIB
Jadi Mualaf, Ini Alasan Wilhelm Ott Enggan Hapus Tato di Tubuh
Wilhelm Ott. (Foto: mymmanews.com)

WINA, iNews.id – Setelah memutuskan memeluk agama Islam, Wilhelm Ott, belum berniat menghapus tato yang terukir di tubuhnya. Wilhelm punya alasan masih ingin memelihara tato.

Wilhelm jadi mualaf pada akhir April lalu. Sebelum menjadi muslim, atlet yang dijuluki The Amazing itu hobi mengoleksi tato, termasuk gambar salib besar di bagian dada.

Setelah hijrah, banyak penggemar dan kerabat memintanya untuk menghapus tato-tato tersebut. Namun fighter asal Austria itu mengatakan dirinya sudah meminta pendapat dari rekannya mengenai saran itu.

Dalam beberapa pandangan ulama, tato dilarang bagi muslim. Sebab, zat kimia yang masuk ke dalam permukaan kulit bisa menyebabkan tidak terkena air wudhu.

“Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Banyak orang bertanya kapan tato saya dihapus. Saya kemudian berbicara dengan beberapa teman yang memiliki banyak pengetahuan,” tulis Ott di Instagram.

“Di hadapan Allah SWT, saya seperti dilahirkan kembali ketika memeluk Islam. Allah SWT melihat bagian dalam saya bukan bagian luar. Menghilangkan tato akan merusak tubuh lagi,” lanjut caption tersebut.

Menghapus tato dari kulit harus menggunakan bantuan teknologi laser yang bakal memakanan banyak biaya. Wilhelm mengakui hal tersebut jadi alasan kedua mengapa dirinya tidak bisa menghilangkan tato.

“Tetapi ada alasan lain mengapa saya tidak menghapusnya. Untuk laser tato, Anda juga membutuhkan uang banyak, yang sayangnya saya tidak punya. Semoga Allah SWT membantu saya menemukan cara untuk menghilangkan tato. Sampai saat itu, Anda harus menerima saya apa adanya. InsyaAllah. Saya mencintai Anda.”

Dengan bimbingan saudara-saudara muslim, Wilhelm mulai menjalankan sejumlah praktik ibadah dalam Islam seperti solat berjamaah di masjid, puasa Ramadan serta bersedekah.

Dia juga kerap mengunggah aktivitas keagamaan baik individu maupun bersama komunitas muslim di akun media sosial Instagram miliknya.

Editor : Arif Budiwinarto