Indonesia Hasilkan 1,9 Juta Ton Limbah Elektronik, E-Waste Jadi Ancaman Serius
Sebagian material hasil pengelolaan e-waste kemudian ditransformasikan menjadi karya edukatif berbentuk Garuda dan Peta Indonesia sebagai simbol Unity in Action. Karya tersebut menjadi media edukasi mengenai konsep ekonomi sirkular.
Founder EwasteRJ Rafa Jafar mengatakan, pengelolaan e-waste perlu dibangun sebagai sebuah ekosistem yang tidak berhenti pada kegiatan mengumpulkan perangkat elektronik bekas.
“E-waste adalah bagian dari siklus hidup teknologi. Di dalam perangkat yang sudah tidak digunakan masih terdapat komponen dan material yang memiliki nilai,” ujar Rafa.
Dia menambahkan, perangkat yang sudah tidak digunakan perlu diarahkan ke ekosistem pengelolaan yang tepat, baik untuk digunakan kembali maupun dipulihkan materialnya agar dapat masuk kembali ke dalam siklus produktif.
Keterlibatan generasi muda diarahkan tidak hanya untuk mendorong pengumpulan e-waste, tetapi juga meningkatkan pemahaman mengenai siklus hidup perangkat elektronik dan konsep ekonomi sirkular.
Editor: Dani M Dahwilani