Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cegah Adiksi Game pada Anak, Komdigi Perkuat Pendampingan bagi Orang Tua
Advertisement . Scroll to see content

2.000 Kampung Internet Jadi Senjata Komdigi Dorong Developer Game Daerah Go Global

Minggu, 09 Agustus 2026 - 16:11:00 WIB
2.000 Kampung Internet Jadi Senjata Komdigi Dorong Developer Game Daerah Go Global
Peringatan Hari Game Indonesia di Garuda Spark FX Sudirman, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperkuat infrastruktur digital di daerah untuk membuka peluang bagi para pengembang game lokal agar mampu berkembang hingga menembus pasar global.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas fiberisasi dan pengembangan Kampung Internet yang kini disebut telah menjangkau sekitar 2.000 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Stafsus Menteri Bidang Kepemudaan dan Start Up Komdigi, Alfreno Kautsar Ramadhan, mengatakan konektivitas menjadi fondasi penting bagi perkembangan industri game. Menurutnya, pengembang membutuhkan internet yang memadai untuk berbagai aktivitas, mulai dari riset hingga mengunggah dan mendistribusikan game melalui platform digital.

"Connectivity menjadi backbone of digitalization. Hari ini ketika teman-teman banyak yang punya games di digital platforms, pasti kan membutuhkan connectivity untuk upload ataupun untuk research, and that's the thing that we want to catalyze," ujar Alfreno saat menghadiri peringatan Hari Game Indonesia di Garuda Spark FX Sudirman, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Alfreno, penguatan konektivitas menjadi salah satu alasan Komdigi terus mendorong program fiberisasi melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital.

Perluasan akses tersebut diharapkan dapat memangkas kesenjangan konektivitas antara kota besar dan daerah. Dengan internet yang lebih stabil, talenta digital di pelosok Indonesia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan karya dan terhubung dengan ekosistem industri game.

Komdigi Dorong Developer Game Daerah

Komdigi tidak ingin perkembangan industri game nasional hanya berpusat di kota-kota besar. Akses internet yang semakin luas diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembang game dari daerah untuk ikut mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi digital.

Konektivitas menjadi bagian dari strategi besar Komdigi melalui konsep T3 atau Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.

"Jadi, kami sekarang mempunyai arah Indonesia Digital itu terhubung, tumbuh, terjaga. Jadi T3. T3 ini kami harapkan untuk menjadi kompas bagi satu kementerian kami. Terhubung, yang tadi sudah sempat kami sampaikan bahwa connectivity menjadi salah satu prioritas kami," jelas Alfreno.

Dalam strategi tersebut, aspek Terhubung berkaitan dengan penguatan konektivitas digital. Sementara Tumbuh diarahkan untuk mendorong perkembangan industri dan talenta digital, sedangkan Terjaga menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem digital nasional.

Dengan fondasi tersebut, Komdigi berharap semakin banyak talenta dari daerah yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan produk digital yang memiliki daya saing.

Peluang Bisnis Game Indonesia Capai 170 Juta Dolar AS

Di sisi lain, peluang industri game Indonesia juga terlihat dari aktivitas bisnis yang dihasilkan melalui Indonesia Game Developer Exchange (IGDX).

Alfreno menyebut potensi bisnis yang tercipta melalui business matchmaking dalam platform tersebut telah mencapai sekitar 170 juta dolar AS.

Angka itu menunjukkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan para pengembang game Indonesia. Karena itu, Komdigi berkomitmen membuka semakin banyak akses bagi developer lokal agar dapat bertemu dengan mitra industri dan memperluas pasar ke tingkat global.

Penguatan konektivitas di daerah pun menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Dengan akses internet yang semakin merata, peluang untuk melahirkan developer game dari berbagai wilayah Indonesia terbuka semakin lebar.

Pada akhirnya, Komdigi ingin pembangunan infrastruktur digital tidak berhenti pada perluasan akses internet, tetapi juga menghasilkan pertumbuhan talenta, industri kreatif, dan produk digital Indonesia yang mampu bersaing di pasar dunia.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut