Potensi AI Sangat Besar, Ancaman Keamanan Siber Makin Kompleks
President ISACA Indonesia Chapter, Harun Al Rasyid, mengatakan kecepatan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan organisasi dalam mengelola risiko dan menjaga kepercayaan publik.
“Kecepatan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan organisasi untuk mengelola risiko dan menjaga kepercayaan. Digital trust bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga bagaimana tata kelola, manajemen risiko, assurance, dan keamanan siber diterapkan secara terintegrasi dalam pengambilan keputusan,” ujar Harun.
Dia menambahkan, kepercayaan digital tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Keterhubungan antara organisasi, teknologi, dan layanan membuat risiko keamanan dapat berdampak luas sehingga membutuhkan kerja sama regulator, dunia usaha, penyedia teknologi, akademisi, dan komunitas profesional.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting karena risiko digital tidak lagi berdiri sendiri. Ketika organisasi, teknologi, dan layanan semakin terhubung, dampaknya dapat meluas ke seluruh ekosistem. Melalui GRACS 2026, kami ingin membuka ruang untuk berbagi perspektif, memperkuat kompetensi, dan mendorong kolaborasi yang dapat diterapkan di organisasi masing-masing,” kata Harun.
Editor: Dani M Dahwilani