Abu Vulkanik Bukan Debu Biasa, Apa Bedanya? Ini Penjelasannya
JAKARTA, iNews.id – Abu vulkanik yang beterbangan setelah erupsi gunung api sering kali terlihat seperti debu biasa. Warnanya bisa sama-sama abu-abu, menempel di kendaraan, lantai, atap rumah, hingga pakaian.
Namun, secara sains, abu vulkanik tidak sama dengan debu rumah tangga atau debu jalanan biasa. Perbedaannya bukan sekadar dari mana material tersebut berasal.
Struktur, bentuk, komposisi, hingga sifat fisiknya membuat abu vulkanik memiliki karakter yang berbeda dan dapat menimbulkan risiko tersendiri bagi kesehatan.
Hal ini menjadi penting diperhatikan di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung dan menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah.
Menurut U.S. Geological Survey (USGS), abu vulkanik bukanlah sisa pembakaran seperti abu kayu, kertas, atau bahan lain yang terbakar.