Abu Vulkanik Bukan Debu Biasa, Apa Bedanya? Ini Penjelasannya
Perbedaan berikutnya adalah bentuk partikelnya. Partikel abu vulkanik dapat memiliki bentuk bersudut dan tajam. Pecahan kaca vulkanik yang terdapat di dalamnya juga membuat material ini bersifat keras dan abrasif.
USGS bahkan menggambarkan abu vulkanik sebagai partikel yang dapat bersifat seperti material abrasif karena permukaannya yang tajam.
Itulah salah satu alasan mengapa abu vulkanik tidak boleh diperlakukan persis seperti debu rumah biasa.
Masalah berikutnya adalah ukuran partikelnya.
Sebagian abu vulkanik memiliki ukuran sangat kecil sehingga dapat terbawa jauh oleh angin. Partikel yang cukup halus juga dapat masuk ke saluran pernapasan.
USGS menyebut dalam sejumlah erupsi, partikel abu dapat sangat halus sehingga terhirup hingga bagian dalam paru-paru. Paparan dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan batuk, iritasi dan rasa tidak nyaman pada dada.