Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IDAI Keluarkan Peringatan Bahaya Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Pernyataannya!
Advertisement . Scroll to see content

Abu Vulkanik Bukan Debu Biasa, Apa Bedanya? Ini Penjelasannya

Senin, 07 September 2026 - 10:11:00 WIB
Abu Vulkanik Bukan Debu Biasa, Apa Bedanya? Ini Penjelasannya
Abu Vulkanik berbeda dengan debu biasa. (Foto: Dok. iNews)
Advertisement . Scroll to see content

USGS juga mencatat bahwa partikel abu vulkanik berukuran kurang dari 10 mikrometer dapat terhirup lebih dalam ke paru-paru. Karena itu, anak-anak dan orang dengan penyakit pernapasan, termasuk asma, menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.

Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC) menyebut paparan abu vulkanik dapat menyebabkan masalah kesehatan. Partikelnya bersifat kasar dan abrasif, sementara sebagian abu dapat mengandung silika kristalin yang diketahui berkaitan dengan penyakit silikosis pada paparan tertentu.

Bukan Cuma soal Debu, Ada Komponen Vulkanik Lain

Ada satu hal yang juga perlu dibedakan.

Ketika gunung api erupsi, masyarakat tidak hanya berhadapan dengan abu. Gunung api juga dapat mengeluarkan berbagai gas vulkanik.

USGS menyebut gas vulkanik yang umum antara lain uap air, karbon dioksida dan sulfur dioksida. Dalam kondisi tertentu, gas lain seperti hidrogen sulfida, hidrogen klorida, karbon monoksida dan hidrogen fluorida juga dapat muncul, dengan jumlah yang berbeda-beda pada setiap erupsi.

Artinya, udara di sekitar wilayah terdampak erupsi dapat mengandung campuran partikel abu dan gas vulkanik, sehingga dampaknya tidak bisa disamakan begitu saja dengan kondisi ketika debu jalanan beterbangan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut