Keren! Anak SMA Bikin Alat Inovatif yang Bisa Ubah Udara Jadi Air Bersih
Prosesnya tidak berhenti pada mencari ide. Para siswa terlebih dahulu mengamati persoalan di lingkungan sekitar, melakukan riset, memahami pihak yang terdampak, kemudian menentukan solusi yang ingin dikembangkan.
Mereka juga mendapatkan pendampingan untuk mempertajam masalah yang ingin diselesaikan, menentukan target pengguna, hingga menyusun rencana pengembangan prototipe.
Kasubtim Peserta Didik, Direktorat SMA, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Rurry Fatchurrachman, menilai proses tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang mereka dapatkan di sekolah dengan persoalan nyata.
"Program ini memberi ruang bagi siswa untuk menerjemahkan pengetahuan menjadi aksi nyata yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Melalui proses mengenali persoalan dan mengembangkan solusi, siswa mengasah penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi," ujar Rurry.
Menurut dia, pengalaman tersebut juga sejalan dengan pendekatan pembelajaran mendalam yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mendukung pengembangan kompetensi siswa.