Keren! Anak SMA Bikin Alat Inovatif yang Bisa Ubah Udara Jadi Air Bersih
"Generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar informasi tentang masalah lingkungan. Mereka perlu mendapatkan kesempatan untuk mencari tahu penyebab masalah, mencoba berbagai gagasan, bekerja sama, menerima masukan, dan memperbaiki solusi yang mereka kembangkan," ujar Utami.
Menurut Utami, proses tersebut membuat siswa melihat bahwa pelajaran yang mereka dapatkan di sekolah dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
"Pengalaman ini menunjukkan kepada siswa bahwa pelajaran yang mereka dapatkan di sekolah dapat digunakan untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat. Proses tersebut juga membangun keterampilan dan kepercayaan diri mereka dalam menghadapi masa depan," katanya.
Program yang dimulai sejak April 2026 itu melibatkan 100 siswa dalam 20 tim dari 16 SMA di wilayah Jabodetabek. Dari seluruh peserta, 10 tim kemudian melaju ke babak final dan mempresentasikan solusi mereka di hadapan dewan juri dari dunia usaha, sektor pendidikan, dan praktisi keberlanjutan.
Bagi Tim Gen V, persoalan air bersih yang mereka lihat di sekitar akhirnya berkembang menjadi sebuah eksperimen teknologi. Dari sana, mereka mencoba membuktikan bahwa ruang kelas dan lingkungan sekitar bisa menjadi titik awal bagi lahirnya sebuah inovasi.
Kini, O2H menjadi langkah awal bagi para siswa tersebut untuk terus mengembangkan gagasan mereka. Tantangannya bukan lagi sekadar memenangkan kompetisi, melainkan bagaimana membuat inovasi yang mereka rancang semakin matang dan benar-benar dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Editor: Muhammad Sukardi