Modul Pertama Stasiun Luar Angkasa China Memasuki Orbit Bumi

Dini Listiyani ยท Jumat, 30 April 2021 - 04:55:00 WIB
Modul Pertama Stasiun Luar Angkasa China Memasuki Orbit Bumi
Modul Pertama Stasiun Luar Angkasa China Memasuki Orbit Bumi (Foto: China Manned Space Engineering Office)

CALIFORNIA, iNews.id - International Space Station (ISS) bukan lagi satu-satunya satelit layak huni yang mengorbit Bumi. Pasalnya, China berhasil meluncurkan stasiunnya sendiri pada Rabu, 28 April. 

Roket Long March-5B yang membawa modul Tianhe utama stasiun baru diluncurkan dari Situs Peluncuran Pesawat Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan tepat setelah pukul 23:20. ET. TV pemerintah menyiarkan rekaman langsung peluncuran, bersama dengan adegan gembira yang meledak di Mission Control, Beijing ketika modul memasuki orbit. 

Dengan berat 22 ton dan seukuran bangunan lima lantai, stasiun ini akan mampu menampung hingga enam astronot. Tiga penghuni pertama bisa tiba paling cepat Juni tahun ini. Sedangkan misi kargo terpisah menuju ke stasiun sebelum itu, tepatnya pada Mei.

Ketika China menyelesaikan pembangunan stasiun luar angkasanya sekitar tahun depan, ukurannya diperkirakan seperempat dari ukuran International Space Station (ISS). Layaknya ISS, pos orbit baru akan digunakan untuk melakukan penelitian ilmiah dalam kondisi gayaberat mikro, di antara aktivitas lainnya. 

Stasiun China akan mengorbit sekitar 230 mil di atas Bumi, dengan ISS diposisikan 20 mil lebih tinggi. China, yang tidak memiliki hubungan dengan ISS, mengatakan berencana untuk berbagi fasilitas stasiun luar angkasanya dengan negara lain, sebagaimana dikutip dari Digital Trends, Jumat (30/4/2021). 

Fasilitas baru diharapkan tetap beroperasi setidaknya selama 10 tahun. Artinya, semuanya siap untuk bertahan lebih lama dari ISS yang berusia 20 tahun, yang mungkin dinonaktifkan pada tahun 2028 atau segera setelahnya.

Ini bukan pertama kalinya China menempatkan satelit layak huni di luar angkasa. Dalam dekade terakhir, Negeri Tirai Bambu itu mengirim dua prototipe, Tiangong 1 dan Tiangong 2. 

Editor : Dini Listiyani

Halaman : 1 2