Penyintas Skizofrenia Bikin Dupa dari Ampas Kopi, Kisahnya Penuh Perjuangan!
Ada anggota yang bertugas mencetak dupa, menjemur, membuat kemasan, hingga memasukkan produk ke dalam bungkus. Pekerjaan yang bisa dilakukan bersama juga dikerjakan secara kolektif agar semakin banyak anggota mendapat kesempatan untuk terlibat.
Dalam kondisi optimal, kelompok ini mampu mengolah sekitar delapan kilogram bahan dalam sehari. Dari setiap satu kilogram bahan, hasilnya diperkirakan mencapai 12 bungkus dupa.
Meski demikian, produksi tidak selalu berjalan lancar. Cuaca menjadi salah satu kendala, terutama ketika musim hujan karena proses pengeringan membutuhkan waktu lebih lama.
Bagi Sudiasa, kegiatan tersebut bukan semata-mata tentang mengejar keuntungan. Hasil penjualan digunakan untuk menutup biaya produksi, sedangkan kelebihannya dibagikan kepada anggota yang terlibat.
Anggota yang membantu membuat kemasan, misalnya, mendapatkan upah Rp500 per lembar. Sementara itu, anggota yang bertugas mencetak dupa memperoleh bayaran berdasarkan jumlah bahan yang berhasil dikerjakan.