Penyintas Skizofrenia Bikin Dupa dari Ampas Kopi, Kisahnya Penuh Perjuangan!
"Konsep kami bukan berorientasi pada keuntungan. Biaya produksi tetap harus tertutup, tetapi kelebihan hasilnya kami kembalikan kepada teman-teman," kata Sudiasa.
Lebih dari sekadar menghasilkan produk, kegiatan di Rumah Berdaya menjadi kesempatan bagi para anggota untuk membangun rutinitas, melatih konsentrasi, dan berinteraksi dengan orang lain.
Sudiasa memahami betul bahwa proses pemulihan penyintas skizofrenia membutuhkan perjalanan panjang. Dia sendiri telah menjalani pengobatan selama bertahun-tahun.
Pengalaman tersebut membuatnya menyadari pentingnya kepatuhan menjalani pengobatan, pendampingan, serta lingkungan yang mendukung. Kesempatan untuk beraktivitas bersama juga menjadi bagian dari kehidupan sosial yang dibutuhkan para penyintas.
Meski kegiatan produksi dupa belum pernah diteliti secara khusus sebagai intervensi terapeutik, Sudiasa melihat aktivitas tersebut memberikan ruang bagi anggota untuk mengembangkan keterampilan dan menunjukkan kemampuan mereka.