Potret Dua Galaksi Awal, Lebih Terang dari Perkiraan
JAKARTA, iNews.id - Teleskop luar angkasa James Webb telah menemukan dua galaksi paling awal yang pernah terlihat di alam semesta. Galaksi itu jauh lebih terang dibanding yang diharapkan.
Artinya, para astronom memikirkan kembali keyakinan mereka tentang bagaimana bintang paling awal terbentuk. Menurut para peneliti ini adalah babak baru dari astronomi.
"Pengamatan ini membuat kepala Anda meledak. Ini adalah babak baru dalam astronomi. Ini seperti penggalian arkeologi, ketika tiba-tiba Anda menemukan kota yang hilang atau sesuatu yang tidak Anda ketahui. Itu hanya mengejutkan," kata Paola Santini, salah satu peneliti, dalam sebuah pernyataan.
Kedua galaksi tersebut diperkirakan berusia miliaran tahun, hanya 100 juta tahun setelah Big Bang. Webb dapat melihat kembali beberapa galaksi paling awal karena beroperasi dalam jangkauan infra red, artinya dapat melihat galaksi yang mengalami redshift pergeseran.
Redshift terjadi ketika cahaya dari galaksi yang jauh bergeser ke ujung merah spektrum karena perluasan alam semesta. Semakin kuat pergeserannya, semakin jauh galaksi tersebut.
Cahaya dari beberapa galaksi bergeser jauh sehingga bergerak keluar dari spektrum cahaya tampak dan masuk ke inframerah, di mana Webb dapat melihatnya, sebagaimana dikutip dari Digital Trends.
Penelitian sebelumnya telah memperkirakan beberapa galaksi yang terdeteksi Webb dapat memiliki redshift setinggi 14, tapi hasil terbaru lebih akurat berkat kalibrasi instrumen yang lebih baik dan menyarankan pergeseran merah untuk dua galaksi masing-masing 10,5 dan 12,5.
Webb juga memanfaatkan fenomena yang disebut pelensaan gravitasi, di mana objek masif seperti galaksi atau gugus galaksi memiliki massa yang sangat besar sehingga membelokkan ruang dan bertindak seperti kaca pembesar, memungkinkan peneliti untuk melihat galaksi yang lebih jauh di belakangnya.
Kejutan besar adalah kedua galaksi yang diamati jauh lebih terang daripada yang diperkirakan para peneliti. Mereka juga terlihat dengan sangat cepat, dalam beberapa hari pertama pengamatan Webb, menunjukkan galaksi-galaksi awal mungkin lebih banyak daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Editor: Dini Listiyani