Ratusan Gunung Berapi Memuntahkan Belerang ke Atmosfer Bulan Jupiter lo
MENLO PARK, iNews.id - Bulan Jupiter lo adalah tempat yang dramatis. Meskipun lebarnya hanya 1.131 mil, Bulan lo mampu menampung lebih dari 400 gunung berapi aktif, beberapa di antaranya berukuran 124 mil.
Gunung berapi ini memuntahkan gas belerang yang membeku di permukaan Bulan yang dingin dan memberikan warna kuning dan jingga khas. Fitur aneh lainnya tentang lo adalah Bulan memiliki atmosfer, meskipun sangat tipis.
Miliaran kali lebih tipis dari atmosfer Bumi, lo hampir tidak ada di sana. Tapi, memang ada dan sebagian besar terdiri atas belerang dari gunung berapi.
Kendati demikian, para peneliti tidak yakin tentang bagaimana tepatnya atmosfer ini terbentuk. Jadi, penelitian terbaru menggunakan teleskop berbasis Bumi untuk memeriksa teka-teki ini.
“Tidak diketahui proses mana yang mendorong dinamika dalam atmosfer Io. Apakah aktivitas vulkanik, atau gas yang menyublim dari permukaan es saat Io berada di bawah sinar matahari? Apa yang kami tunjukkan adalah, sebenarnya, gunung berapi memang berdampak besar pada atmosfer,” kata penulis utama Imke de Pater dari University of California, Berkeley sebagaimana dikutip dari Digital Trends, Senin (26/10/2020).
Para peneliti mengambil gambar radio dari Atacama Large Millimeter / submillimeter Array (ALMA) saat Io bergerak masuk dan keluar dari bayangan Jupiter. Perubahan suhu ini memungkinkan mereka untuk melihat berbagai keadaan belerang di atmosfer.
“Ketika Io melewati bayangan Jupiter, dan berada di luar sinar Matahari langsung, itu terlalu dingin untuk gas sulfur dioksida, dan itu mengembun ke permukaan Io. Selama itu kami hanya bisa melihat sulfur dioksida yang bersumber dari vulkanik. Oleh karena itu, kami dapat melihat dengan tepat seberapa banyak atmosfer dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik,” kata rekan penulis Statia Luszcz-Cook dari Universitas Columbia.
Editor: Dini Listiyani