JAKARTA, iNews.id - Satelit SATRIA-1 sukses meluncur ke orbit Papua, Indonesia. Satelit meluncur dari Cape Canaveral Space Force Station Florida, Minggu (18/6/2023).
Menurut situs resmi SpaceX, satelit SATRIA-1 adalah satelit ke-12 yang pernah diluncurkan Falcon 9. Sebelumnya, Falcon 9 berhasil mengirimkan 11 satelit ke orbit Bumi seperti CRS-22, Crew-3, Turksat 5B, Crew-4, CRS-25, Eutelsat HOTBIRD 13G, mPOWER-a, dan empat satelit milik Starlink.
Satelit Mata-Mata Gagal Meluncur, Korut: Kesalahan Terbesar
Proses peluncuran SATRIA-1 awalnya sempat tertunda 17 menit dari jadwal semula. Namun, keterlambatan masih dalam time windows peluncuran.
"Indonesia berada di Asia Tenggara dan negara kepulauan yang memiliki 17.000 pulau dan dipenuhi gunung-gunung. Hal ini membuat Indonesia sebagai wilayah yang sangat menantang untuk infrastruktur. Telekomunikasi berbasis satelit diyakini sebagai salah satu solusi," kata Ronnie Foreman, Comercial Sales Manager SpaceX dalam siaran langsung peluncuran satelit SATRIA-1.
Keren! Satelit Internet Pertama RI Sukses Meroket dari Langit Florida
Sementara itu, Plt Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo Arief Tri Hardiyanto berharap SATRIA-1 akan menempati orbit dan beroperasi dengan baik.
Satelit SATRIA-1 sukses meluncur ke orbit langit Papua, Indonesia, Minggu (18/6/2023) di Cape Canaveral Space Force Station, Florida, Amerika Serikat waktu setempat atau Senin (19/6/2023) dini hari ini waktu Indonesia. Peluncuran satelit SATRIA-1 berjalan dengan menggunakan roket buatan SpaceX yakni Falcon 9.
Persiapan Peluncuran Satelit SATRIA-1 Sudah 95 Persen, Diharapkan Meluncur Sesuai Rencana
Dalam situs resmi SpaceX disebutkan satelit SATRIA-1 merupakan satelit ke-12 yang pernah diluncurkan oleh Falcon 9. Sebelumnya Falcon 9 telah berhasil mengirim 11 satelit ke orbit bumi yakni satelit CRS-22, Crew-3, Turksat 5B, Crew-4, CRS-25, Eutelsat HOTBIRD 13G, mPOWER-a, dan empat satelit milik Starlink.
Peluncuran SATRIA-1 sendiri disiarkan langsung oleh SpaceX. Total ada 155.000 orang lebih menonton proses peluncuran satelit kebanggaan Indonesia itu.
Butuh Proses Pengujian, Satelit Indonesia SATRIA-1 Baru Bisa Dimanfaatkan Januari 2024
Awalnya proses peluncuran sempat tertunda 17 menit dari jadwal semula pukul 18.04 waktu setempat atau Senin (19/06/2023) pukul 05:04 WIB. Hanya saja keterlambataan itu masih dalam time window peluncuran.
Setelah meluncur dari langit Florida, satelit SATRIA-1 langsung menuju orbit 146 derajat BT atau berada di atas langit papua. Diperkirakan satelit tersebut akan berada pada posisinya pada November 2023.
"Indonesia berada di Asia Tenggara dan juga negara kepulauan yang memiliki 17.000 pulau dan dipenuhi dengan gunung-gunung. Hal itu membuat Indonesia sebagai wilayah yang sangat menantang untuk infrastruktur komunikasi. Telekomunikasi berbasis satelit diyakini sebagai salah satu solusi," ujar Ronnie Foreman, Comercial Sales Manager SpaceX dalam siaran langsung peluncuran satelit SATRIA-1.
Sementara dalam keterangan resmi Plt Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo Arief Tri Hardiyanto, mengharapkan agar SATRIA-1 akan menempati orbit dan beroperasi dengan baik. Setelah meluncur, SATRIA-1 akan dipantau oleh Thales Alenia Space demi memastikan seluruh perangkat bisa berfungsi dengan baik.
"Semoga seluruh tahapan berjalan lancar hingga nanti bisa menempati orbit pada bulan November 2023,” ujarnya.
Editor: Dini Listiyani