Singapore Media Festival 2019

Konten Original dan Milenial Jadi Tren Industri Media Tahun Depan

Tuty Ocktaviany · Selasa, 03 Desember 2019 - 11:46 WIB
Konten Original dan Milenial Jadi Tren Industri Media Tahun Depan

Kalangan milenial memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap konten-konten di televisi maupun portal.

SINGAPURA, iNews.id - Kalangan milenial memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap konten-konten di televisi maupun portal. Selain itu, konten yang sifatnya original menjadi tren di tahun depan.

"Tidak hanya di Singapura, tetapi di negara lain pun sama. Milenial menjadi penonton yang berpengaruh. Di Singapura bisa 50 persen sendiri," ujar Suryati Abdul Latief, Deputy Director Human Capital Development IMDA di sela-sela acara Singapore Media Festival (SMF) 2019, Marina Bay Sands, Singapura, Senin 2 Desember 2019.

Saat ini, media sosial memang sangat berpengaruh besar. Tidak heran, media mainstream seperti televisi ikut terpengaruh.

"Saat ini mulai bermunculan media website atau portal, termasuk di Singapura karena ada tren ke arah itu. Media ini tidak banyak membutuhkan biaya produksi dibandingkan dengan televisi," katanya.

Menurutnya, media televisi atau portal bisa eksis terus jika memiliki konten-konten yang kuat atau original. "Konten yang sangat personal, inspiratif, dan memberikan dampak yang positif, lebih banyak disukai," ujarnya.

Konten-konten yang lebih personal seperti mengulas kehidupan artis. Ini sekarang banyak dimanfaatkan oleh figur publik dengan mempunyai channel sendiri. Baik itu masuk dalam program televisi atau channel YouTube.

"Contohnya, program Keeping Up with the Kardashians. Itu sangat personal," katanya.

Sementara itu, Founder & Chief Executive Officer iQIYU, Go Yu mengatakan, media saat ini banyak yang mengandalkan live streaming. "Live streaming mudah dijangkau dan bisa dilihat di mana saja," ujarnya di Marina Bay Sands, Singapura, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, live streaming bisa dikategorikan untuk durasi panjang, medium, dan pendek. Itu untuk menyesuaikan dari kebutuhan penonton.


Editor : Dani Dahwilani