Wisata Alam di Maros Ternyata Bisa Bantu 300 Anak Sekolah, Ini Kisahnya
Selain mengembangkan usaha, perempuan di Bontomanurung turut terlibat dalam upaya menjaga kawasan hutan. Women Forest Defenders (WFD) Kabupaten Maros dibentuk pada 2024 melalui program SETAPAK. Para anggotanya mendapat pelatihan pemetaan dan pemantauan hutan menggunakan sejumlah aplikasi, termasuk Avenza, SW Map, Forest Watcher, dan SMART Patrol.
Kelompok tersebut menilai patroli yang mereka lakukan ikut menekan potensi kebakaran hutan dalam dua tahun terakhir. Meski begitu, mereka masih menghadapi tantangan, termasuk keraguan sebagian warga terhadap kemampuan perempuan dalam mengawasi hutan.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, turut menyoroti peran masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah sekaligus menjaga lingkungan. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi Tukamasea pada Minggu (18/10/2026).
"Sulawesi Selatan merupakan rumah bagi inovasi, warisan budaya, dan kepemimpinan masyarakat. Dari para peneliti dan akademisi yang mengembangkan dan mengimplementasikan solusi rendah karbon, perempuan yang berwirausaha serta membangun usaha baru, hingga komunitas yang melindungi lingkungan alam mereka, saya melihat berbagai contoh inspiratif tentang bagaimana aksi lokal dapat menciptakan dampak nyata," kata Dominic.
"Inggris bangga bermitra dengan Sulawesi Selatan dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau, lebih inklusif, dan lebih sejahtera," lanjutnya.