5 Kopi Tradisional Indonesia, Sehat dan Rasa Tidak Kalah dari Dalgona Coffee

Vien Dimyati ยท Sabtu, 11 April 2020 - 13:02 WIB
5 Kopi Tradisional Indonesia, Sehat dan Rasa Tidak Kalah dari Dalgona Coffee

Nikmatinya kopi tradisional Indonesia (Foto : Instagram@mande.resto)

JAKARTA, iNews.id - Belakangan ini, kopi kekinian sedang tren diganderungi pencinta kopi. Mulai dari Dalgona Coffee, kopi susu gula aren, hingga kopi yang diberi toping keju. Masing- masing memiliki kenikmatan tersendiri.

Namun, siapa sangka, Indonesia yang memiliki berbagai macam budaya juga memiliki kopi tradisional yang tak kalah nikmat dengan kopi kekinian.

Ada banyak kopi tradisional khas Indonesia yang unik. Bahkan, Sumatera Barat memiliki kopi Talua, yang nikmat disantap bersama dengan campuran telur.

Ingin tahu kopi tradisional asal Indonesia? Berikut ulasan rangkumannya, dikutip melalui Sasame Coffee, Sabtu (11/4/2020).

Kopi Talua, Sumatera Barat

Masih berasal dari Tanah Minang, kopi talua merupakan salah satu jenis minuman kopi khas Indonesia. Minuman ini banyak dijual di warung makanan Padang yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Untuk menikmati minuman unik ini tidak harus bepergian ke Sumatera Barat.

Kata talua dalam bahasa Minang memiliki arti yaitu telur. Karena itu, minuman ini dihidangkan dengan campuran telur. Telur yang digunakan bisa telur ayam, bebek, atau ayam kampung, namun yang sering digunakan di warung Padang adalah telur ayam karena lebih mudah dicari.

Untuk membuat minuman ini, bagian telur yang digunakan hanyalah kuningnya. Kuning telur dikocok sampai berbusa sambil diberi susu kental manis dan bubuk kayu manis. Kemudian dicampur dengan kopi panas. Ada baiknya menggunakan kopi yang memiliki body tebal, namun memiliki rasa asam seperti Insulinde blend Sasame Coffee.

Telur yang dikocok tidak lagi berbau amis, justru memberikan tekstur dan memberikan rasa gurih manis yang tinggal di mulut lebih lama ketika sudah dicampur dengan bahan lain. Apabila masih khawatir akan mual, Anda bisa mencampurkannya dengan jeruk nipis yang telah disediakan.

Kopi Lelet Rembang

Kopi Lelet termasuk ke dalam penyajian kopi hitam yang dibuat dengan metode tubruk. Minuman khas ini biasanya disajikan di atas tatakan piring kecil. Gunanya adalah untuk menampung ampas minuman dan susu kental manis yang akan digunakan untuk ngelelet.

Ngelelet adalah tradisi kopi khas Indonesia yang berasal dari Rembang, tepatnya di desa bernama Lasem. Tradisi ini pada dasarnya adalah seni membatik di atas rokok menggunakan ampas kopi. Saat ini tradisi lelet tidak hanya dilakukan oleh warga Rembang, namun juga tersebar di daerah lain, seperti Solo dan Yogyakarta.

Sepintas minuman ini tidak ada bedanya dari jenis minuman kopi Indonesia lainnya, seperti kopi tubruk. Tetapi, ternyata pemilihan bahannya tidak bisa sembarangan. Harus menggunakan bubuk yang digiling dengan ukuran giling ultra fine. Maksudnya, biji yang telah di-roast digiling khusus hingga ukuran bubuknya sangat halus seperti tepung.

Minuman ini rasanya sangat pahit dan meninggalkan aftertaste yang lama. Karena itu, biasanya disajikan dengan dicampur gula dan susu kental manis.

Kopi Jos Yogyakarta

Salah satu jenis minuman kopi khas Indonesia yang populer di kalangan turis adalah kopi joss. Minuman populer yang satu ini berasal dari Yogyakarta. Warung angkringan kopi joss dapat Anda temui di sepanjang jalan di sekitar Stasiun Tugu Jogja saat malam hari.

Penyajian dengan cara ini dianggap ekstrem karena menambahkan arang panas ke dalam kopi panas sehingga mendidih saat disajikan. Kata ‘joss’ sendiri berasal dari suara yang dihasilkan ketika arang panas dimasukkan.

Ada banyak perdebatan tentang khasiat minuman ekstrem ini. Ada yang percaya, minuman ini memberikan khasiat yang baik bagi tubuh karena arang mampu menetralisir racun. Namun, ada yang tidak setuju karena arang mengandung karbon yang tidak baik bagi tubuh.

Belum ada riset yang jelas dalam hal baik atau buruknya untuk kesehatan. Namun jika Anda berada di Yogyakarta, tidak ada salahnya jika ingin mencoba. Diperlukan kesabaran karena minuman ini sangat panas.

Kopi Rarobang Ambon

Kopi Rarobang adalah salah satu jenis minuman kopi khas Indonesia yang berasal dari Ambon. Ambon bukan daerah penghasil kopi, namun racikan ini menjadi minuman khas Ambon yang terkenal di kalangan turis. Sayangnya, untuk menikmati kopi Indonesia yang satu ini Anda harus berkunjung langsung ke Ambon karena minuman ini sulit ditemukan di luar kota.

Minuman ini disajikan dengan taburan biji kenari di atasnya sebagai pelengkap. Racikannya sendiri berasal dari rempah-rempah seperti jahe, cengkeh, kayu manis, dan madu yang direbus bersama dengan bubuk kopi hingga mendidih. Bubuk yang digunakan adalah jenis arabika karena rasa yang tidak terlalu pahit dan getir.

Minuman ini memiliki cita rasa yang kaya dan menyegarkan, setelah meminumnya badan akan terasa hangat dan nyaman. Minuman ini memiliki aroma wangi manis cengkeh, rasa manis madu yang bercampur, dan aftertaste jahe. Nikmat sekali.

Kopi Tubruk

Metode tubruk merupakan penyajian kopi khas Indonesia yang paling populer di kalangan masyarakat karena sangat enak, mudah, dan praktis. Cara ini umumnya hanya melibatkan kopi dan air panas saja.

Cara penyajian ini awalnya populer di Jawa dan Bali, namun sekarang penyajian ini dinikmati hampir di seluruh Indonesia. Masyarakat Jawa dahulu biasanya meminum kopi tubruk sambil menikmati pisang goreng. Budaya ini terbawa ketika orang Jawa merantau ke daerah lain sehingga cara penyajian dengan tubruk menjadi populer.

Menyeduh dengan menggunakan metode tubruk sangat mudah. Biji kopi ditumbuk atau digiling lalu diseduh dengan air panas langsung di cangkir. Minuman ini dihidangkan beserta ampasnya seperti cara seduh di Turki.

Untuk metode tubruk, Anda dapat menggunakan biji jenis apa pun sesuai selera. Selalu perhatikan bubuk kopi, ada baiknya gunakan biji yang baru digiling dan tidak lebih dari dua bulan sejak di-roast.

Jika Anda terbiasa membeli bubuk yang sudah digiling, pilih roastery yang mengirim bubuk kopi tidak lebih tua dari dua bulan setelah di panggang.

Suhu air juga tidak kalah penting untuk diperhatikan saat menyeduh dengan cara tubruk. Pastikan air benar benar panas, idealnya adalah 93°C. Apabila tidak ada termometer, cukup diamkan air yang baru mendidih sekitar 2 menit sebelum menyeduh.

Editor : Vien Dimyati