Perbedaan Green Tea dan Matcha yang Serupa Tapi Tak sama
Matcha juga tinggi L-theanine, asam amino yang membuat rileks sekaligus fokus—kombinasi sempurna dengan kafeinnya (sekitar 70 mg per cangkir dibandingkan 30–50 mg di green tea).
Klorofilnya membantu detoks hati, sementara seratnya mendukung pencernaan. Green tea tetap baik untuk metabolisme dan jantung, tetapi dosis nutrisinya lebih rendah karena daun dibuang.
Studi dari PMC (PubMed Central) membandingkan komposisi kimia: kafein matcha mencapai 18,9–44,4 mg/g, lebih tinggi daripada green tea 11,3–24,67 mg/g. Ini membuat energi matcha lebih stabil tanpa jittery.
Green tea terkenal menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung berkat polifenolnya.
Meta-analisis di American Journal of Clinical Nutrition menyatakan konsumsi rutin dapat menurunkan LDL kolesterol 5–10 mg/dL.