Dugaan Korupsi di Indofarma Pernah Dilaporkan Karyawan pada 2021

Suparjo Ramalan
Serikat Pekerja pernah melaporkan dugaan korupsi di PT Indofarma Tbk (INAF) kepada Komisi VI DPR pada 2021. (Foto: Dok. Indofarma)

“Di komisaris kami juga sudah mengatakan ini harus diaudit, ada indikasi-indikasi,” tuturnya.

Dia menyebut, karyawan mulai merasa ada yang aneh ketika banyaknya produk yang menumpuk, seperti masker hingga obat antivirus yang sempat marak dikonsumsi masyarakat saat penyebaran Covid-19.

Selain itu, pembayaran gaji dan tunjangan karyawan pun mulai tak lancar, terutama pembayaran dana pensiun.

“Semakin parah ketika terjadi di tahun kemarin sudah agak susah gajian,” tuturnya.

Akhirnya, SP Indofarma berani melantangkan suaranya dan menuntut hak-hak karyawan yang tak dipenuhi, dimulai dengan unjuk rasa. Usai demo itu, menurutnya barulah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mulai mengaudit dan membeberkan dugaan korupsi Indofarma.

“Unjuk rasa, demo, kan kita 2 kali demo, di 31 Januari dan 6 Mei. Nah baru setelah kita unjuk rasa lagi yang kedua kali, BPK langsung kan,” kata dia. 

Sebelumnya, BPK mengungkapkan adanya kerugian negara hingga Rp371,83 miliar akibat penyimpangan keuangan di Indofarma yang terjadi selama 2020 hingga semester I 2023.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

KPK Ungkap Potensi Kerugian Negara Imbas Kerusakan Hutan Tembus Rp175 Triliun

Nasional
2 bulan lalu

Anggota DPR Harap BUMN Lebih Sehat di 2026: Harus Fokus pada Sektor Terkuat

Nasional
2 bulan lalu

Menaker Yassierli Tegaskan Penyusunan PP Pengupahan Dasar Penetapan UMP 2026 Libatkan Buruh

Nasional
2 bulan lalu

KPK Panggil 2 Mantan Pejabat Kementan terkait Korupsi Pengolahan Karet

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal