Enam Kisah Bisnis Inspiratif, Nomor Tiga Sevel

Ranto Rajagukguk
Ilustrasi department store. (Foto: Dok iNews.id)

Sementara itu di kalangan milenial muda dan Gen-Z kini mulai muncul gaya hidup minimalis. Mereka mulai mengurangi kepemilikian (owning) barang-barang dan menggantinya dengan kepemilikan bersama (sharing). Dengan bijak mereka mulai menggunakan uangnya untuk konsumsi pengalaman seperti: jalan-jalan backpacker, nonton konser, atau nongkrong di coffee shop.

Berbagai fenomena itu  semakin meyakinkan maraknya sektor leisure di Indonesia. Bandara ramai melebihi terminal bus. Hotel budget full booked tak hanya di hari Sabtu-Minggu, tapi juga hari biasa. Tiket kereta api selalu sold-out. Jalan tol antarkota macet luar biasa di “hari kejepit nasional”.

Tak hanya itu, kafe dan resto berkonsep experiential menjamur.  Pusat kecantikan menjamur.  Konser musik, bioskop, karaoke, hingga pijat refleksi tak pernah sepi dari pengunjung. Semuanya menjadi pertanda pentingnya leisure sebagai lokomotif perekonomian Indonesia. Welcome leisure economy.

Editor : Masirom Masirom
Artikel Terkait
Bisnis
7 jam lalu

PTPP Fokus Restrukturisasi dan Penguatan Bisnis Konstruksi Sebelum Merger

Bisnis
13 hari lalu

MNC Kapital Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp277,9 Miliar Sepanjang 2025, Melonjak 130,1 Persen

Internet
25 hari lalu

Sandiaga Uno Sebut Konten Digital Jadi Tren Bisnis yang Cuan!

Belanja
29 hari lalu

Kreatif! Tirai Penutup Kedai saat Puasa Disulap Jadi Media Promosi Usaha Lokal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal