Harta 500 Orang Terkaya di Dunia Menyusut Rp1.746 Triliun Imbas DeepSeek AI

Aditya Pratama
Kekayaan 500 orang terkaya di dunia menyusut 108 miliar dolar AS setara Rp1.746 triliun karena aksi jual yang dipimpin perusahaan AI China, DeepSeek. (Foto: AP)

Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar beroperasi dengan pedoman yang sama, yaitu menghabiskan banyak uang untuk mengembangkan dan menjalankan sistem AI dengan menimbun semikonduktor terbaik dan pasokan energi yang dibutuhkan untuk menjalankannya.

Fakta bahwa DeepSeek mampu mengembangkan model gratis yang berpotensi menyaingi atau mengalahkan pesaing termasuk ChatGPT dan Claude dari Anthropic dengan biaya pengembangan yang jauh lebih murah, membuat para investor mempertanyakan logika di balik ketergantungan Silicon Valley pada belanja modal.

Alasan utama mengapa DeepSeek tidak bergantung pada investasi besar dan chip terbaik untuk mengembangkan modelnya adalah karena perusahaan-perusahaan China memiliki akses terbatas ke GPU yang canggih, atau unit pemrosesan grafis, yang diandalkan oleh sebagian besar perusahaan Barat sejak pemerintah AS memberlakukan kontrol ekspor yang ketat pada chip yang paling canggih.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX

57 tahun lalu

Bikin Website Makin Mudah dengan AI, tapi Waspada Risiko Serangan Siber!

57 tahun lalu

Tinggalkan Sistem Penyimpanan Konvensional, Lexar Kembangkan AI Storage Core

57 tahun lalu

Strategi Grab Indonesia Jemput Peluang Bisnis di Tengah Tekanan Ekonomi Global 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal