Pengusaha Tekstil Keluhkan Maraknya Praktik Impor Ilegal

muhammad farhan
Pengusaha tekstil mengeluhkan praktik impor ilegal, terutama pada barang pakaian jadi yang mempengaruhi industri tekstil dalam negeri. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Kalangan pengusaha di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mengeluhkan praktik impor ilegal, terutama pada barang pakaian jadi sebagai biang keladinya. Importir ilegal di Indonesia pada umumnya bermain dengan skema pengalihan HS Code atau praktik under invoice guna mengakali bea masuk atau pajak impor.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Danang Girindrawardana menyebut, praktik pengalihan HS Code yaitu pelaku mengaburkan kode barang yang akan diimpor ke suatu negara guna mengaburkan nilai harga pengenaan bea masuk. 

Sementara, praktek under invoice atau under value merupakan modus akal-akalan importir dengan melaporkan harga barang di bawah standar ketentuan guna bertujuan hal yang sama.

"Kami harap pemerintah mau menindak secara hukum yang tegas terhadap importir ilegal yang ditengarai ada oknum-oknum importir melakukan pelarian hs code atau praktek under value (invoice)," ujar Danang kepada iNews.id, Minggu (7/7/2024).

Danang menegaskan, praktik impor ilegal tersebut yang menjadi biang keladi kerugian pemasukan negara dan merusak iklim investasi industri tekstil dalam negeri.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
10 hari lalu

Pengusaha Mal Waspadai Lonjakan Harga Barang, Dipicu Biaya Logistik Naik hingga Rupiah Melemah

18 hari lalu

Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat, Berlaku Mulai 28 Juli

2 bulan lalu

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Bahan Baku Plastik, Tekan Lonjakan Harga

3 bulan lalu

Penjelasan Bea Cukai soal Heboh Penumpang Perempuan Menangis saat Diperiksa Bawa Kartu Pokemon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal