Profil Mike Lynch, Miliarder Teknologi asal Inggris yang Hilang usai Kapal Pesiarnya Disapu Badai

Aditya Pratama
Miliarder teknologi, Mike Lynch merupakan pendiri perusahaan teknologi Autonomy. Dia meraup kekayaan setelah menjual perusahaannya ke HP pada tahun 2011. (Foto: AP)

JAKARTA, iNews.id - Miliarder teknologi asal Inggris, Mike Lynch dilaporkan hilang setelah sebuah kapal pesiar mewah yang ditumpanginya tenggelam di lepas pantai Pulau Sisilia, Italia, Senin (19/8/2024) waktu setempat. Tidak hanya Lynch, putrinya bernama Hannah juga dilaporkan menghilang.

Dilaporkan satu orang tewas dan enam orang lainnya hilang setelah kapal pesiar super bernama Bayesian tenggelam setelah cuaca buruk. Istri Lynch, Angela Bacares berhasil diselamatkan.

Mengutip BBC, setelah mendirikan perusahaan teknologi Autonomy pada tahun 1996, dan mendukung beberapa perusahaan teknologi yang sukses, Lynch dianggap oleh sebagian orang sejajar dengan pendiri Microsoft Bill Gates.

Lynch lahir pada tanggal 16 Juni 1965. Dia merupakan putra seorang perawat dan seorang pemadam kebakaran. Lynch dibesarkan di dekat Chelmsford di Essex. Dia mengenyam pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Cambridge. 

Setelah lulus, dia melanjutkan studi untuk mendapatkan gelar PhD dalam jaringan saraf buatan (salah satu bentuk pembelajaran mesin) di Christ's College dan mendapatkan beasiswa penelitian dalam pengenalan pola adaptif.

Pada tahun 1991, Lynch membantu mendirikan Cambridge Neurodynamics, sebuah firma yang mengkhususkan diri dalam penggunaan deteksi dan pengenalan sidik jari berbasis komputer.

Perusahaan teknologinya, Autonomy, didirikan lima tahun kemudian, menggunakan metode statistik yang dikenal sebagai 'inferensi Bayesian' sebagai inti perangkat lunaknya. Pertumbuhan dan kesuksesan perusahaan yang pesat sepanjang akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an membuat Lynch memperoleh sejumlah penghargaan dan pujian.

Pada tahun 2006, dia dianugerahi OBE sebagai pengakuan atas jasanya bagi perusahaan Inggris. Selain itu, dia menjabat di dewan BBC sebagai direktur non-eksekutif, dan pada tahun 2011 diangkat menjadi anggota dewan pemerintah untuk sains dan teknologi, memberi nasihat kepada Perdana Menteri David Cameron saat itu tentang risiko dan kemungkinan pengembangan AI.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Bisnis
31 hari lalu

Fantastis! Kekayaan Elon Musk Tembus Rp12 Kuadriliun, Lampaui Ekonomi Belgia

Bisnis
1 bulan lalu

Deretan Miliarder Termuda di Dunia, Ada yang Berusia 20 Tahun Berharta Rp95 Triliun

Bisnis
1 bulan lalu

Deretan Miliarder Muda yang Sukses Rintis Bisnis dari Nol

Bisnis
1 bulan lalu

Kisah Sukses David Baszucki, CEO Roblox yang Pernah Jadi Pembersih Kaca Jendela

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal