Terima Bitcoin, Rusia Diam-diam Lakukan Transisi untuk Kurangi Ketergantungan terhadap Dolar AS sejak 2014

Jeanny Aipassa
Ilustrasi dolar Amerika Serikat. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Rusia secara diam-diam telah melakukan transisi untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak 2014. 

Itu sebabnya, kabar mengenai Rusia yang kini sedang mempertimbangkan menjual minyak dan gas dengan menerima Bitcoin sebagai pembayaran tak terlalu mengagetkan. 

Nic Carter, salah satu pendiri Coin Metrics, mengatakan pernyataan Ketua Komite Energi Duma Rusia, Pavel Zavalny, bahwa Rusia fleksibel menerima Bitcoin sebagai pembayaran untuk ekspor minyak dan gas menjadi indikasi negara tersebut memang sudah siap melakukan diversifikasi pembayaran.

Pasalnya, Rusia telah mempersiapkan transisi semacam itu sejak 2014, ketika mulai melepaskan semua Treasurys AS. “Rusia jelas ingin melakukan diversifikasi ke mata uang lain. Rusia sekarang tampaknya serius untuk menjauh dari dolar,” kata Nic Carter, seperti dikutip CNBC, Sabtu (26/3/2022).

Menurut dia, dengan transisi tersebut, Rusia sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi dampak sanksi AS dan negara-negara sekutu. Namun, Rusia nampaknya tak mengantisipasi keluarnya investasi dan perusahaan asing dari negara itu. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
1 hari lalu

Hashim Djojohadikusumo Beri Warning, Rupiah Bisa Tembus Rp21.000 per Dolar AS

1 hari lalu

Hari Pertama Bertempur, WNI Tentara Bayaran Rusia Tewas di Ukraina

2 hari lalu

Rusia Dituduh Dalangi Demo Rusuh di Eropa, Putin: Mereka Cari Kambing Hitam!

2 hari lalu

Rupiah Tertekan Kenaikan Harga Minyak Dunia, BI Perkuat Intervensi hingga Beli SBN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal