Fransisca mengatakan, saat memasuki pandemi Covid pada 2020, penjualan madu organik BeeMa Honey lewat ritel modern menurun cukup signifikan. Dia pun langsung mengubah strategi. Salah satunya dengan membuat banyak paket penjualan menarik yang berkolaborasi dengan UMKM-UMKM lain. Di samping itu, BeeMa Honey juga memberikan diskon serta beriklan di media sosial.
Upaya tersebut ternyata tidak sia-sia. Fransisca mengungkapkan, penjualan madu BeeMa menjadi cukup stabil sepanjang dua tahun terakhir.
Dari situ, Fransisca pun semakin memahami bahwa para pelaku usaha harus jeli melihat celah pasar lain yang belum dijamah agar bisa bertahan di tengah situasi seperti pandemi. “Kita harus rajin jemput bola. Karena kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang akan memperjuangkan nasib perusahaan kita?” tuturnya.
Selain semangat berinovasi, yang juga tidak kalah pentingnya adalah transformasi menuju bisnis digital. Menurut Fransisca, hal ini juga sangat membantu dalam mendongkrak penjualannya selama pandemi.
Untuk mencapai tahap tersebut, kata dia, UMKM harus mempersiapkan SDM yang tepat, yakni mereka yang memang bisa atau mau melek terhadap teknologi. “Ini pelan-pelan saja untuk memperbaiki kinerjanya, dari hal yang dasar dulu. Seperti membuat laporan keuangan dan logistik misalnya, kita sudah harus mulai menggunakan teknologi, jangan manual lagi,” ucapnya.