Utang Paylater Tembus Rp7,99 Triliun di Agustus 2024, Terbanyak Dipakai Siapa?

Suparjo Ramalan
ilustrasi utang paylater tembus Rp7,99 triliun (Foto: Freepik)

Layanan paylater memang jadi tren utama di kalangan anak muda, di mana 67 persen pengguna fintech sering memanfaatkan layanan ini. Alasannya, yakni keterbatasan dana tunai serta penawaran promosi khusus.

Kemudian, durasi cicilan yang populer adalah antara satu hingga tiga bulan. Hal ini mencerminkan keinginan untuk menyelesaikan utang lebih cepat. 

Sayang hal ini berbanding terbalik dengan tingkat literasi keuangan dan risiko penggunaan yang berlebihan. Sebab, hanya 32 persen Gen Z yang memahami secara baik definisi bank digital dan sebagian besar informasi terkait layanan ini diperoleh melalui media sosial dan keluarga.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
4 hari lalu

OJK Izinkan Dana Pensiun Investasi ke Luar Negeri, Ini Syaratnya

8 hari lalu

Aturan Baru OJK: Beli Saham BEI Tak Boleh dari Utang hingga Dana Pencucian Uang

8 hari lalu

Aturan Baru OJK, Kemenkeu-BI-Danantara Bisa Jadi Pemegang Saham Bursa Efek

10 hari lalu

OJK Resmi Atur Demutualisasi Bursa Efek, Publik Bisa Punya Saham Maksimal 5%

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal