Viral Tagar Boikot JNE, Manajemen: Kami Menjunjung Nilai Toleransi

azhfar muhammad
Logo JNE Express. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id — Manajemen JNE Express angkat bicara menanggapi isu diskriminasi terkait lowongan kerja untuk menjadi kurir di perusahaan jasa pengiriman barang dan logistik tersebut. 

Beberapa hari terakhir, tanda pagar (tagar) #BoikotJNE menjadi trending topik dan viral di media sosial, terutama Twitter, seiring dengan informasi lowongan kerja untuk posisi kurir dari JNE. 

CV Bangun Benua Lestari yang menjadi mitra JNE untuk penawaran lowongan kerja tersebut, mensyaratkan pelamar wajib beragama islam. Warganet menilai syarat tersebut diskriminatif dan menciderai nilai toleransi, sehingga mengusung gerakan tagar #BoikotJNE yang menjadi trending topic. 

Menanggapi hal tersebut, VP of Marketing JNE, Eri Palgunadi, merespon dan mengatakan kejadian ini merupakan pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan nilai-nilai perusahaan yang menghargai keberagaman dan perbedaan.

Menurut Eri, JNE tidak pernah mensyaratkan calon kurir harus beragama islam. Hal itu, sepenuhnya dilakukan oleh CV Bangun Benua Lestari dan oknum karyawan JNE yang terkait dalam proses perekrutan kurir. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Megapolitan
3 hari lalu

Siap-Siap! 2.843 Loker Padat Karya Gaji UMP Jakarta Segera Dibuka, Ini Syaratnya

Megapolitan
5 hari lalu

Pramono Ungkap 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek Bantalan Sosial Warga

Megapolitan
6 hari lalu

Pengumuman! Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Gaji UMP Jakarta

Nasional
1 bulan lalu

639.732 Orang Lamar Kopdes Merah Putih, 483.648 Lolos Tahap Awal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal