Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Istimewa)
Cahya Puteri Abdi Rabbi

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah optimistis ekonomi Indonesia di sisa tahun ini meningkat di atas 5 persen. Pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2022 ditargetkan mencapai 5,2 persen. 

“Untuk mendapatkan pertumbuhan 5,2 persen pada tahun ini, maka pertumbuhan di sisa kuartal ini harus di atas 5 persen," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Menko Airlangga menjabarkan sektor-sektor yang bakal digenjot untuk mendorong tercapainya target pertumbuhan ekonomi, di antaranya sektor industri pengolahan, sektor pertambangan, dan sektor manufaktur antara lain infrastruktur baik gas, bahan bakar minyak (BBM) dan kelistrikan.

Adapun faktor pendorong pertumbuhan ekonomi antara lain, harga komoditas yang belum akan berubah, yang membuat Indonesia bisa menikmati booming komoditas. Tren harga komoditas yang tinggi menjadi pendorong menguatnya kinerja ekspor.

Menko Airlangga juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun juga akan ditopang oleh belanja pemerintah. Pada kuartal II, belanja pemerintah tercatat masih terkoreksi 5,24 persen.

Selain itu, dia menyebut bahwa pemerintah masih memiliki cadangan berupa government spending yang belum terealisasi pada kuartal ini, maka akan dialihkan ke kuartal III dan kuartal IV 2022.

Pada kuartal II 2022 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,44 persen dibandingkan dengan kuartal II 2021 yang tumbuh sebesar 5,01 persen. Sementara itu, jika dibandingkan dengan kuartal I 2022, ekonomi Indonesia tumbuh 3,73 persen. 

Laju pertumbuhan ekonomi tersebut tak lepas dari peran koordinasi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Dia optimistis Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen sepanjang tahun 2022. Dengan catatan, pengendalian pandemi masih harus terus dilakukan. 

Kemudian, respons kebijakan ekonomi yang tepat, termasuk kebijakan fiskal dan moneter, untuk memastikan proses pemulihan yang lebih kuat, serta reformasi struktural yang mendorong efisiensi dan peningkatan produktivitas dalam rangka penciptaan lapangan kerja secara signifikan. 


Editor : Aditya Pratama

BERITA TERKAIT