Percepat Pemanfaatan EBT, Pemerintah Buka Pasar Kawasan Industri dan Ekonomi Khusus

Antara
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pemerintah akan mempercepat pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) dengan membuka pasar. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pemerintah akan mempercepat pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT). Upaya ini dilakukan dengan menciptakan pangsa pasar baru sumber energi ramah lingkungan tersebut.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan pembukaan pasar baru dilaksanakan melalui program renewable energy base industry development (REBID) dan renewable energy base on economic development (REBED). Program ini dirancang untuk mempercepat pemanfaatan EBT di kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, serta mendukung kawasan ekonomi lokal di kawasan terpencil, terluar, dan terdepan (3T).

"Untuk mempercepat pemanfaatan EBT, pemerintah, selain akan menerbitkan peraturan presiden yang mengatur pembelian listrik EBT oleh PT PLN (Persero), juga menciptakan pasar baru EBT melalui program renewable energy base industry development dan renewable energy base on economic development yang bertujuan mempercepat pemanfaatan EBT di kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Ini juga untuk mendukung kawasan ekonomi lokal di kawasan 3T Indonesia, yaitu terpencil, terluar dan terdepan," ujar Arifin dilansir Minggu (11/10/2020).

Dia menyebutkan, sudah saatnya Indonesia mengikuti tren masyarakat dunia yang mulai mengoptimalkan pemanfaatan EBT untuk mengurangi dampak perubahan iklim, sesuai kesepakatan Protokol Kyoto pada 1997, dengan komunitas internasional bertekad mengurangi emisi gas karbon dioksida dan gas rumah kaca.

"Di tingkat global, negara-negara dunia telah berkomitmen untuk mengurangi dampak perubahan iklim dengan disepakatinya Kyoto Protokol pada 1997. Komunitas internasional bertekadmengurangi emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya, termasuk pengurangan emisi dari sektor energi, sehingga terjadi transformasi energi untuk mengurangi energi fosil pada seluruh sektor, termasuk di antaranya sektor transportasi ke energi baru terbarukan," kata Arifin.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hore! Pemerintah Tak Naikkan Tarif Listrik Juli-September 2026

57 tahun lalu

Bahlil Turunkan Harga Gas Industri: untuk Menjaga Daya Saing dan Lapangan Pekerjaan

57 tahun lalu

Siapkan BBM Baru E20, Pemerintah Butuh 4 Juta Kiloliter per Tahun

57 tahun lalu

ESDM Pantau Ketat Pasokan Batu Bara ke PLTU, Cegah Pemadaman Listrik Terulang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal