"Saya terima kasih penanganan di Riau ini, ya. Sampaikan terima kasih, penghargaan saya dari semua kepada semua anak buahmu. Ya Pangdam, Kapolda, Gubernur, BPBD, dan semua KL, semua institusi ya," kata Prabowo.
Meski demikian, Prabowo meminta tujuh titik api yang masih tersisa segera dituntaskan dengan mengerahkan kekuatan TNI dan Polri.
"Kerahkan TNI-Polri ya, kerahkan kekuatan kita. Kalau Anda perlu tambahan bantuan segera laporan. Kalau perlu tambahan tapi saya percaya kalian tinggal 900 itu. Tetap waspada untuk ke depan," ujarnya.
Selain penanganan hotspot dan titik api, Prabowo menekankan pentingnya pencegahan pembakaran lahan oleh masyarakat maupun korporasi.
Ia meminta aparat memberikan edukasi kepada masyarakat di seluruh desa mengenai larangan membakar lahan.
"Jangan nunggu sampai jadi titik api," ujar Prabowo.
Prabowo juga memperingatkan korporasi yang terbukti terlibat dalam pembakaran lahan. Ia meminta kepolisian, kejaksaan, dan intelijen melakukan penyelidikan jika ditemukan indikasi keterlibatan perusahaan.
"Kalau ada korporasi yang menyuruh itu saya minta polisi, kejaksaan, selidiki, intelijen selidiki. Kalau ada indikasi segera laporan kita segera cabut siapapun korporasi apapun, ada sedikit indikasi mereka ikut menyuruh membakar-bakar kita cabut izinnya, seluruh izin korporasi itu kita cabut," tegas Prabowo.
"Saya tidak main-main ya, tolong. Kepolisian saya kira di sini main peran yang sangat penting," sambungnya.