Sudaryono menilai, insiden tersebut tidak mencerminkan semangat demokrasi yang menjunjung kebebasan berpendapat dan saling menghormati pandangan yang berbeda.
"Jadi intinya kan ini menegaskan bahwa kami di bawah kemimpinan Presiden Prabowo ini, kami ini demokratis. Kami menghargai semua pendapat. Kalau kita punya pendapat, tentu saja kan harus menghargai pendapat orang lain," tuturnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa situasi mulai memanas ketika terjadi pelemparan air dan dugaan tindakan fisik terhadap dirinya.
"Kalau tidak salah ada yang lempar air, terus ada yang mukul pundak saya gini ya, mungkin saya nggak tahu. Saya merasa sudah ada yang mukul, ada orang yang lari. Kemudian, udah nggak bener nih, akhirnya kami keluar," ujarnya.