Polisi kini mendalami keterangan tersangka dan mencocokkannya dengan barang bukti yang telah dikumpulkan. Penyidik juga berencana mendatangi sejumlah lokasi yang berkaitan dengan dugaan pembunuhan Dini dan anaknya di Kota Madiun.
Selain itu, penyidik menyelidiki kemungkinan adanya pihak lain yang membantu tersangka selama berada di Jombang.
“Pengakuan sementara masih satu orang, nanti kita masih kembangkan kemungkinan ada pelaku-pelaku lainnya,” kata Arbaridi.
Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak
Berdasarkan keterangan sementara polisi, Dini diduga dibunuh setelah terlibat cekcok dengan tersangka di sebuah hotel di Kota Madiun. Dini diduga dicekik hingga meninggal dunia di kamar hotel, sedangkan anaknya diduga dibunuh di dalam mobil.
Setelah itu, tersangka diduga membakar jasad kedua korban dan memasukkannya ke mesin pencacah untuk menghilangkan jejak. Polisi masih menelusuri barang bukti lain, termasuk potongan tulang korban yang diduga berada di sekitar lokasi terkait.
Seluruh dugaan tersebut masih didalami penyidik untuk memastikan rangkaian peristiwa dan menguatkan alat bukti dalam perkara ini.
Kasus tersebut bermula dari laporan kehilangan Dini dan anaknya pada 20 September 2026. Dalam proses pencarian, Dwi Bagus bahkan sempat mendampingi keluarga korban yang berasal dari Bogor untuk melaporkan kehilangan ke Polres Madiun Kota.
“Pelaku dan keluarga korban yang ada di Bogor datang ke Madiun melapor, mengantar ke Polres Madiun Kota melapor kehilangan,” ujar Arbaridi.
Polisi masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap secara menyeluruh dugaan pembunuhan ibu dan anak tersebut, termasuk menelusuri barang bukti serta memastikan ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain.